Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Roket air adalah salah satu
bentuk keterampilan dalam bidang sains. Untuk membuat roket air, tidak
memerlukan bahan yang mahal. Roket air dibuat dengan bahan-bahan yang bisa diperoleh
di sekitar kita, bahkan sebagian termasuk barang bekas.
Bahan utama untuk membuat
roket air adalah botol air minum. Beragam jenis botol air minum mineral bekas
yang banyak dijual di toko bisa digunakan untuk membuat roket air. Namun
demikian, untuk membuat roket air yang lebih kuat, terutama menahan tekanan
udara saat dipompa, maka botol air minum yang disarankan adalah botol minum
bersoda. Botol jenis ini memiliki bahan yang lebih tebal dan lebih kuat. Hal
ini sangat menopang ketika udara dimasukkan ke dalam botol sehingga resiko
botol meledak menjadi lebih kecil.
Dalam beberapa kejadian,
roket air yang dibuat dengan bahan botol yang tebal dan kuat pun masih bisa
meledak ketika udara yang diisikan terlalu kuat tekanannya. Oleh karena itu,
perlu diketahui atau menjadi rambu-rambu bahwa untuk bahan botol yang tebal dan
kuat, tekanan udara yang diisikan maksimal adalah 60 hingga 70 Psi.
Bahan kedua adalah
plastisin. Plastisin dipasang di bagian ujung/moncong roket sebagai pemberat.
Dengan demikian, bila ada angin yang berhembus, roket masih bisa bergerak
dengan arah yang stabil menuju sasaran. Massa plastisin yang dibutuhkan sekitar
100 gram untuk satu buah roket air.
Bahan selanjutnya adalah
infraboard. Infraboard digunakan untuk membuat sayap. Dalam satu roket, paling
tidak dibutuhkan sekitar 3 atau 4 sayap. Sayap ini sangat dperlukan karena bisa
membantu menstabilkan roket air ketika meluncur. Infraboard bisa dibeli di
toko-toko alat tulis atau perlengkapan sekolah dan bisa juga diperoleh melalui
toko online. Bahan lain yang dioerlukan adalah isolasi besar dan dobel tip
untuk merangkai bahan-bahan yang disebutkan di atas. Man jadda wajada!
Posting Komentar