Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) mulai bergulir ke seluruh penjuru nusantara. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pelaksanaan program MBG ini. Salah satunya adalah tentang
makanan sisa setelah para murid selesai makan.
Secara umum, hampir selalu
ada sisa makanan dari rantang MBG yang dikembalikan setelah para murid makan.
Ada sisa makanan yang masih utuh, seperti lauk, buah-buahan, nasi maupun
sayuran. Ada juga sisa makanan yang sudah tidak utuh karena murid tidak habis
memakannya.
Kondisi di atas
menggambarkan bahwa tidak semua murid makan dengan tuntas. Ada murid yang makan
tetapi tidak habis, ada juga murid yang tidak suka atau tidak memakan menu-menu
tertentu sehingga beberapa bagian masih utuh. Kondisi ini perlu diperhatikan
oleh para guru di madrasah untuk mengurangi situasi kemubadziran dari program
MBG ini. Manajeman dalam MBG sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.
Contoh yang paling mudah
adalah buah pisang. Semula buah pisang diletakkan di dalam rantang dan ternyata
banyak murid yang tidak memakannya. Setelah dievaluasi, akhirnya para guru
mengubah pola distribusi buah pisang.
Setelah berkomunikasi dengan
pihak pengelola MBG, akhirnya distribusi pisang mengalami perubahan cara.
Pisang diletakkan dalam satu kotak untuk satu kelas. Para murid yang akan makan
tinggal mengambil ke dalam kotak. Adapun para murid yang tidak suka makan buah
pisang, tidak akan mengambilnya. Sisa pisang yang ada di dalam wadah masih utuh
dan bisa dimanfaatkan oleh para guru dan pegawai.
Begitu pula manajemen untuk
bagian makanan yang lain. Semua memerlukan pengelolaan agar tidak ada yang
mubadzir. Sisa makanan yang sudah tidak utuh bisa juga dimanfaatkan untuk makan
hewan ternak. Guru atau pegawai yang memiliki peternakan ayam di rumah bisa
memanfaatkan sisa makanan MBG tersebut. Man jadda wajada!
Posting Komentar