Membangun Karakter Melalui Roket Air

 

Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman

 

Roket air bukanlah sekedar hiburan dan permainan. Sebab, ada banyak karakter yang bisa dibangun melalui keterampilan roket air. Karakter-karakter ini dibangun lewat berbagai kegiatan yang terkait dengan bimbingan roket air.



Pertama, ketekunan. Roket air melatih ketekunan pada para murid. Dalam proses pembuatan roket air dibutuhkan mentalitas tekun agar hasilnya baik. Prosesnya tidak cepat dan harus dilaksanakan secara runtut. Bila dibuat dengan asal-asalan maka hasilnya tdak akan bagus dan sulit untuk meraih prestasi. Ketekunan ini diperlukan agar para murid memiliki daya tahan untuk memulai proses pembuatan roket air hingga tuntas menyelesaikannya dengan baik. Tidak hanya itu, proses tersebut masih harus disambung dengan kegiatan peluncuran roket air yang juga melewati tahap-tahap yang runtut.



Kedua adalah cermat dan hati-hati. Untuk menghasilkan sebuah roket air yang presisi, mesti menuntut kecermatan dan kehati-hatian. Hal ini dimulai sejak mengukur bagian botol yang akan dipotong dengan jarak panjang tertentu, memotong botol sehingga lurus dan simetris, menimbang bahan plastisin dengan tepat agar berat roket air sesuai yang diharapkan hingga pengambilan angka tekanan udara yang dibutuhkan agar bisa sampai ke titik sasaran. Tanpa sikap cermat dan hati-hati, hal-hal tersebut akan beresiko kegagalan.



Karakter ketiga yang bisa dibangun lewat roket air adalah kedekatan dengan Allah SWT. Sebaik apapun roket air yang dibuat, secermat apapun perhitungan varibel-variabel yang mempengaruhi jarak luncuran, akan sangat tergantung dari suasana lokasi saat peluncuran. Kadang muncul angin kencang secara tiba-tiba yang bisa membelokkan arah roket air. Kadang juga turun hujan atau gerimis yang menyebabkan kendala baru dalam peluncuran. Oleh karena itu, di atas semua ikhtiar, para murid harus banyak beribadah dan berdo’a agar suasana saat peluncuran adalah kondusif sehingga roket air bisa mencapai sasaran sesuai dengan latihan-latihan yang telah dilakukan. Man jadda wajada!

Post a Comment

أحدث أقدم