Wapres dan PGM Indonesia Dorong Pelatihan AI



Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 275)

 

Audiensi Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) dengan Wakil Presiden bukan sekadar agenda seremonial. Di balik pertemuan itu, terselip sinyal kuat bahwa arah pendidikan madrasah sedang didorong menuju lompatan baru: integrasi kecerdasan buatan (AI) dan robotika dalam peningkatan kualitas guru.

 

 

Gagasan ini bukan hal baru, tetapi menjadi menarik ketika dibingkai dalam konteks pemerataan. Selama ini, pelatihan berbasis teknologi cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa. Akibatnya, kesenjangan kompetensi digital di kalangan guru madrasah semakin terasa. Di satu sisi ada yang mulai mengenal AI, di sisi lain masih berkutat pada keterbatasan akses dasar.

 

 

Dorongan agar pelatihan dilaksanakan di setiap provinsi adalah langkah yang patut diapresiasi. Ini bukan hanya soal keadilan distribusi program, tetapi juga strategi untuk memastikan bahwa transformasi pendidikan tidak berjalan timpang. Guru di wilayah timur dan tengah Indonesia harus memiliki peluang yang sama untuk berkembang.

 

 

Namun, di balik optimisme itu, ada persoalan mendasar yang belum selesai: regulasi. Guru madrasah swasta masih menghadapi hambatan struktural, bahkan untuk sekadar mengikuti seleksi program pemerintah. Tanpa payung hukum yang jelas, pelatihan sehebat apa pun berpotensi tidak menjangkau mereka yang justru paling membutuhkan.

 

 

Di sinilah tantangan sebenarnya. Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan program pelatihan, tetapi membutuhkan keberanian untuk membenahi sistem secara menyeluruh. Sinkronisasi antar kementerian, terutama terkait status dan pengangkatan guru, menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di wacana.

 

 

Jika langkah ini benar-benar dijalankan secara konsisten dan merata, pelatihan AI dan robotika bisa menjadi pintu masuk perubahan besar di madrasah. Bukan hanya meningkatkan kualitas guru, tetapi juga membentuk generasi yang lebih siap menghadapi masa depan berbasis teknologi.

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama