Oleh : Teddy
Hermansyah, S.Pd
(Wakil
Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 7 Majalengka, Sekretaris MGMP Pendidikan
Pancasila Kab. Majalengka dan Anggota Bidang Penulisan Artikel Populer Agerlip
PGM Indonesia)
Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila tingkat MTs se-Kabupaten
Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui penyelenggaraan kegiatan bertema inovasi media
pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, dengan
diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari seluruh madrasah negeri dan swasta di
Kabupaten Majalengka.
Acara
berlangsung dengan antusias dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., yang
sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan
pentingnya peran MGMP sebagai wadah pengembangan profesional guru. “MGMP
merupakan salah satu sarana strategis dalam meningkatkan kompetensi guru.
Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya belanja kompetensi yang
harus terus didorong dan dikembangkan,” ujar beliau.
Lebih
lanjut, Kepala Kankemenag Majalengka juga menyampaikan apresiasi kepada MGMP
Pendidikan Pancasila yang dinilai merupakan salah satu MGMP paling rutin dan
aktif dalam menyelenggarakan kegiatan dibandingkan MGMP mata pelajaran lainnya
di wilayah tersebut.
Ketua MGMP
Pendidikan Pancasila H. Dede Arief Rohaedi, S.Pd.,MM dalam sambutannya
menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kepala Kankemenag Majalengka. Ia
mengungkapkan bahwa kehadiran beliau merupakan yang ketiga kalinya dalam
kegiatan MGMP Pendidikan Pancasila, meskipun dengan jabatan yang berbeda. “Kami
sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Ibu Kepala Kantor
Kemenag Majalengka yang untuk ketiga kalinya hadir dalam kegiatan MGMP kami.
Sebelumnya beliau juga pernah hadir saat menjabat sebagai Kasi Penmad,”
ungkapnya.
Pada
kegiatan ini, MGMP Pendidikan Pancasila menghadirkan narasumber dari internal
anggota, yaitu Huzaifah Rizal Firdaus, S.Pd., yang sebelumnya telah mengikuti
pelatihan media pembelajaran inovatif di tingkat provinsi. Ia berbagi praktik
baik terkait pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual dalam
mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Beliau memaparkan salah satu praktik baik
penggunaan media pembelajaran digital berbasis NotebookLM. Dalam pemaparannya,
ia menjelaskan bagaimana platform tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal
dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
NotebookLM
merupakan media berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan guru mengelola
berbagai sumber belajar, seperti dokumen, materi ajar, hingga referensi
digital, dalam satu ruang kerja terpadu. Melalui fitur analisis dan rangkuman
otomatis, guru dapat dengan mudah menyusun materi yang lebih terstruktur,
kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Adapun
beberapa manfaat yang disampaikan dalam praktik tersebut antara lain: Membantu
guru merangkum materi secara cepat dan akurat dari berbagai sumber, mempermudah
penyusunan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, mendorong
pembelajaran berbasis literasi digital dan berpikir kritis, menghemat waktu
dalam perencanaan pembelajaran serta menjadi sarana inovatif untuk menciptakan
pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
Huzaifah
juga menekankan bahwa penggunaan media digital seperti NotebookLM bukan hanya
sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi langkah strategis
dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari program berbagi praktik baik (best practice) antar
guru dalam meningkatkan kompetensi profesional. Melalui inovasi media
pembelajaran digital, diharapkan guru Pendidikan Pancasila mampu menghadirkan
pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan berdampak bagi peserta
didik.
MGMP
Pendidikan Pancasila MTs Majalengka terus berupaya menjadi pelopor dalam
pengembangan pembelajaran yang bermakna di lingkungan madrasah serta semakin
menegaskan perannya sebagai motor penggerak peningkatan mutu pendidikan,
khususnya dalam membangun karakter peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif
dan inspiratif.
Posting Komentar