Pendidikan Karakter: Ganti Nama, Ganti Makna?

 

Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 234)



Setiap ganti pemerintahan, istilah pendidikan karakter ikut berganti. Dulu kita mengenal grand desain pendidikan karakter. Lalu hadir enam Profil Pelajar Pancasila. Kini muncul delapan profil lulusan pembelajaran mendalam dan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Pertanyaannya sederhana: apakah yang berubah hanya nama, atau benar-benar maknanya?

 

 

Secara konsep, tidak ada yang keliru. Iman, takwa, nalar kritis, kolaborasi, kreativitas, kemandirian, komunikasi, hingga kesehatan memang fondasi penting. Namun problem pendidikan karakter di Indonesia bukan pada kurangnya konsep, melainkan pada konsistensi dan evaluasi.

 

 

Kita jarang membaca laporan reflektif yang terbuka tentang capaian program sebelumnya. Seberapa jauh grand desain dulu berdampak? Apakah enam profil benar-benar membentuk kultur sekolah? Jika tidak ada evaluasi yang jelas, perubahan istilah terasa seperti memulai dari nol setiap dekade.

 

 

Yang lebih penting, pendidikan karakter bukan sekadar pembiasaan administratif. Bangun pagi, membaca, atau berolahraga tidak otomatis menjadi karakter jika hanya dikontrol guru. Karakter lahir ketika kebiasaan menjadi kebutuhan batin, bukan kewajiban yang diawasi.

 

 

Di era generasi Z dan alfa, tantangannya makin kompleks. Anak-anak hidup dalam dunia digital yang cepat dan instan. Mereka tidak cukup diberi slogan; mereka membutuhkan teladan, ekosistem, dan konsistensi. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Keluarga dan masyarakat harus berada dalam frekuensi yang sama.

 

 

Jika tujuh kebiasaan hanya berhenti sebagai program seremonial, ia akan mudah dilupakan. Tetapi jika dikelola sebagai kultur, ia bisa menjadi identitas. Di sinilah ujian sesungguhnya: mampukah pendidikan karakter menjadi agenda lintas rezim, bukan sekadar proyek lima tahunan?

 

 

Karakter bangsa tidak dibentuk oleh pergantian istilah, melainkan oleh keberanian mengevaluasi dan konsisten menjalankan nilai.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama