Ramadan 2026: Sekolah Libur atau Berubah?

Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 236)



 

Ramadan selalu membawa suasana berbeda. Bukan hanya di rumah dan masjid, tetapi juga di sekolah. Tahun 2026 ini, pemerintah menetapkan pola pembelajaran khusus selama bulan puasa. Pertanyaannya, apakah ini berarti sekolah lebih banyak libur, atau justru cara belajarnya yang berubah?

 

 

Kebijakan ini lahir dari kolaborasi tiga kementerian: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Artinya, aturan berlaku seragam secara nasional. Tidak ada lagi perbedaan mencolok antar daerah.

 

 

Skemanya dibagi tiga fase. Awal Ramadan dimulai dengan belajar mandiri di rumah. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan pola pembelajaran khusus hingga menjelang Idulfitri. Libur lebaran tetap ada, dan sekolah masuk kembali di akhir Maret.

 

 

Yang menarik, pemerintah tidak sekadar menggeser kalender. Ada upaya membangun keseimbangan antara spiritualitas dan akademik. Saat belajar di rumah, siswa diarahkan pada kegiatan sederhana yang memperkuat karakter bersama keluarga. Tidak boleh ada tugas yang membebani biaya orang tua.

 

 

Ketika kembali ke sekolah, fokus berubah. Kegiatan lebih diarahkan pada pendalaman iman, penguatan kepemimpinan, dan aktivitas sosial. Pelajaran fisik dikurangi intensitasnya agar siswa tidak kelelahan saat berpuasa. Penilaian pun lebih menekankan proses, bukan sekadar ujian akhir.

 

 

Namun, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Tanpa komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, konsep ideal bisa saja kehilangan maknanya. Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas belajar, tetapi juga tidak tepat jika menjadi bulan tekanan akademik.

 

 

Di sinilah tantangannya. Apakah sekolah mampu menjadikan Ramadan sebagai ruang pendidikan yang lebih utuh? Jika berhasil, ini bisa menjadi model pembelajaran yang lebih manusiawi menggabungkan iman, ilmu, dan karakter dalam satu tarikan napas.

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama