Oleh
Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag
Guru
SKI MTsN 2 Garut
Kabid
Humas AGERLIP PGM Indonesia
(Naskah
ke 225)
Belajar di kelas sering
kali terasa seperti rutinitas yang datar. Buku dibuka, guru menjelaskan, siswa
mencatat. Padahal, di balik ruang kelas yang tampak biasa itu, ada potensi luar
biasa jika semangat belajar benar-benar menyala. Terutama saat memasuki KBM
efektif, ketika waktu singkat menuntut hasil maksimal. Pertanyaannya: bagaimana
caranya agar belajar tidak sekadar hadir, tapi benar-benar hidup?
Pertama, mulai dari tujuan yang bermakna. Siswa perlu tahu
mengapa mereka belajar, bukan hanya apa yang dipelajari. Ketika
guru mengaitkan materi dengan kehidupan nyata tentang
cita-cita, masalah sekitar, atau masa depan pelajaran
berubah dari beban menjadi kebutuhan. Tujuan yang jelas adalah bahan bakar awal
semangat belajar.
Kedua, variasikan cara belajar. Otak manusia
cepat bosan pada pola yang sama. Diskusi kelompok kecil, kuis singkat,
permainan edukatif, atau studi kasus sederhana bisa menjadi “kejutan” yang
menyegarkan kelas. KBM efektif bukan berarti kaku, justru perlu luwes agar
siswa tetap terjaga secara mental dan emosional.
Ketiga, bangun rasa aman dan dihargai.
Semangat belajar sulit tumbuh jika siswa takut salah. Kelas yang efektif adalah
kelas yang memberi ruang bertanya, mencoba, dan keliru tanpa dihakimi. Saat
siswa merasa pendapatnya didengar, kepercayaan diri meningkat, dan keinginan
belajar ikut terangkat.
Keempat, kelola energi, bukan hanya waktu.
Belajar panjang tanpa jeda justru melelahkan. Sisipkan ice breaking singkat,
peregangan ringan, atau refleksi satu menit. Aktivitas kecil ini membantu otak
“bernapas” sehingga fokus kembali tajam.
Kelima, libatkan emosi positif. Cerita
inspiratif, humor ringan, atau apresiasi sederhana dapat mengubah suasana
kelas. Emosi positif memperkuat daya ingat dan membuat materi lebih melekat.
Siswa bukan robot pencatat, mereka manusia yang belajar dengan perasaan.
Keenam, beri tantangan yang realistis. Tugas
yang terlalu mudah membosankan, terlalu sulit melemahkan. Tantangan yang pas
akan memicu rasa penasaran dan kepuasan saat berhasil. Di sinilah semangat belajar
naik secara alami.
Terakhir, tutup dengan refleksi. Ajak siswa
menyadari apa yang mereka dapat hari itu. Refleksi membuat belajar terasa
bermakna dan meninggalkan kesan mendalam.
KBM efektif sejatinya bukan
soal kecepatan, tetapi tentang menyalakan api belajar. Ketika api itu hidup,
kelas biasa pun bisa menjadi ruang luar biasa.

إرسال تعليق