Strategi Memilih Murid Sebagai Delegasi Lomba

 

 

Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman

 

Mengikuti kegiatan lomba dan kompetisi adalah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di madrasah. Para guru memiliki kewenangan untuk memilih dan menunjuk siapa yang akan diajukan sebagai peserta mewakili madrasah. Pemilihan delegasi lomba ini menjadi hal yang strategis karena akan sangat menentukan hasil akhirnya. Memilih murid sebagai delegasi lomba adalah hal yang gampang-gampang susah. Apalagi bila ada banyak murid yang memenuhi kriteria untuk diajukan namun kuota yang tersedia terbatas.



Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memilih delegasi lomba dari madrasah. Pertama adalah memetakan potensi para murid yang ada di madrasah. Para guru bisa memetakan potensi dengan melihat data capaian hasil belajar, seperti nilai asesmen dan nilai rapor. Selain itu, para guru bisa juga memetakan potensi murid dengan pengamatan langsung saat murid mengikuti pembelajaran di kelas. Murid yang aktif, murid yang menyimak pembelajaran dengan baik, murid yang memiliki ketekunan dan daya juang berpotensi untuk dipilih sebagai delegasi lomba.



Langkah kedua adalah melakukan seleksi calon peserta. Setelah data para murid yang potensial diperoleh dari para guru, maka perlu dilakukan seleksi di antara mereka. Hal ini bertujuan agar para murid sejak awal menyadari bahwa bukanlah jalan yang mudah untuk menjadi delegasi lomba dari madrasah karena  harus bersaing dengan sesama murid dalam satu madrasah. Tujuan lain dari seleksi calon peserta adalah untuk memetakan kemampuan secara lebih valid karena menggunakan materi seleksi yang sama.



Langkah ketiga yang bisa dilakukan oleh para guru dalam memilih delegasi lomba dari madrasah adalah dengan melakukan cek akhir sebelum delegasi ditetapkan. Nilai hasil seleksi bisa disampaikan kepada para guru yang lain, khususnya guru yang mengampu bidang yang sama. Apabila tidak ada masukan atau koreksi dari fihak guru yang lain, maka para murid yang terpilih sebagai delegasi lomba bisa dipublikasikan. Man jadda wajada!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama