Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Duduk dengan baik dan
menyimak penjelasan dari guru ketika pembelajaran di kelas bukanlah hal yang
mudah dikerjakan bagi murid. Para murid memiliki keterbatasan untuk bisa
berkonsentrasi secara baik dalam mendengarkan atau memperhatikan penjelasan
dari guru. Oleh karena itu, metode pembelajaran dengan cara ceramah dan
monologis dalam waktu yang lama mesti dihindari oleh para guru. Guru dituntut
untuk menciptakan pembelajaran aktif di mana para murid bisa melakukan
aktifitas fisik, tidak hanya duduk manis di atas kursi.
Dari berbagai pengalaman
penulis selama mengajar dan juga hasil evaluasi pembelajaran yang diberikan
oleh para murid, ternyata sebagian besar murid lebih menyukai aktifitas fisik
dalam pembelajaran. Mereka menulis berbagai masukan yang mengarah pada aktifitas
fisik, seperti: mohon diperbanyak kegiatan praktiknya, mohon pemutaran video
dikurangi dan mohon tidak banyak menulis.
Melihat masukan dan harapan
dari para murid di atas, maka pembelajaran aktif menjadi pilihan model
pembelajaran yang disukai oleh para murid. Apalagi sekarang sedang dikembangkan
pembelajaran dengan pendekatan deep
learning atau pembelajaran mendalam, yang indikatornya adalah pembelajaran
yang bermakna, berkesadaran dan menyenangkan.
Pembelajaran aktif bisa
dilakukan dalam berbagai bentuk. Pada mata pelajaran IPA, hal yang paling mudah
adalah dengan kegiatan praktikum. Materi-materi IPA sangat memungkinkan untuk
diadakannya beragam praktikum. Konsep-kondep dasar dalam IPA akan lebih mudah
ditanamkan kepada para murid dengan pengalaman langsung melalui praktikum
daripada penjelasan secara abstrak.
Dari pengalaman penulis
selama ini, para murid memang sangat antusias ketika pembelajaran diselenggarakan
dengan model praktikum. Bahkan, melalui praktikum ini, kreatifitas dan inovasi
dari para murid akan muncul dengan sendirinya. Ide-ide segar yang belum pernah
terbayang sebelumnya, bisa muncul dalam kegiatan praktikum. Man jadda wajada!
Posting Komentar