Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Salah satu pendekatan
pembelajaran di kelas yang bisa dikembangkan oleh guru adalah pembelajaran
dengan kerja kelompok. Dengan format kerja kelompok, para murid akan membuat grup-grup
kecil sesuai dengan kebutuhan, misalnya 3 hingga 5 orang per kelompok. Dengan
format seperti ini, para murid akan lebih aktif karena mereka memiliki ruang
yang lebih leluasa untuk berinteraksi dengan sesama murid.
Ada beberapa hal yang
membuat pembelajaran dengan kerja kelompok sangat menarik untuk banyak
dilakukan di kelas-kelas. Pertama adalah suasana yang tidak terlalu formal.
Susunan meja yang dibuat mengelompok, para murid yang saling menatap sesama
murid, dan materi pembelajaran yang tersedia di atas meja kelompok adalah
suasana yang menyenangkan. Mereka tidak melulu menghadap ke papan tulis dan
mendengarkan penjelasan dari guru.
Kedua adalah interaksi yang
lebih intensif. Dengan format kerja kelompok, para murid bisa langsung
berbicara dan menatap wajah teman satu kelompok. Hal ini sangat positif dalam
usaha membangun jiwa sosial dan lebih mengakrabkan sesama murid. Peran guru
adalah memberi stimulus bahan ajar yang bisa didiskusikan dan dikerjakan oleh
para murid dalam satu kelompok.
Hal ketiga yang ada dalam
kerja kelompok adalah melatih para murid untuk lebih berani berpendapat. Ketika
melaksanakan diskusi atau pekerjaan, para murid akan saling bertukar gagasan
dan ide untuk menjawab pertanyaan yang ada atau untuk menyelesaikan misi yang akan
dituju. Jiwa leadership atau kepemimpinan juga bisa dimunculkan ketika guru
meminta para murid untuk memilih ketua kelompok dan sekretarisnya. Anak-anak
akan mendapatkan pengalaman berharga menjadi seorang ketua kelompok atau
sebagai pengurus kelompok.
Demikian beberapa hal
positif yang ada dalam pembelajaran dengan bentuk kerja kelompok. Para murid
bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna dan
berkesadaran dengan kegiatan kerja kelompok. Man jadda wajada!
Posting Komentar