Mengkondisikan Murid agar Tenang Ketika Pengajian

 

Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman

 

Di setiap madrasah, kegiatan pengajian adalah hal yang lumrah. Terutama ketika ada kegiatan peringatan hari-hari besar Islam seperti Hari Santri, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Tahun Baru Islam atau Songsong Ramadhan. Kegiatan pengajian akbar dengan melibatkan seluruh murid dan guru pegawai menjadi salah satu alternatif utama. Biasanya untuk kegiatan pengajian seperti ini, madrasah mengundang pemateri dari luar madrasah agar suasana berbeda dan para murid mendapatkan wawasan yang baru.



Ada satu masalah klasik yang muncul ketika kegiatan pengajian seperti itu diselenggarakan. Masalah itu adalah bagaimana agar para murid bisa tenang menyimak pengajian yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah. Kondisi ini bukanlah perkara yang mudah karena faktanya banyak murid yang tidak bisa tenang atau diam ketika ada pengajian. Rata-rata para murid yang tidak bisa tenang itu melakukan kegiatan mengobrol dengan teman di sampingnya atau bercanda sehingga suasana menjadi gaduh.



Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh panitia pengajian adalah mengkondisikan para murid sebelum pengajian dimulai, Mereka diingatkan agar nanti saat pengajian sudah dimulai, mereka bisa tenang dan menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara. Jika perlu, panitia mengingatkan konsekuensi atau sanksi bila ada murid yang tidak memperhatikan arahan dari panitia tersebut.



Langkah kedua adalah memaksimalkan seluruh tenaga guru dan pegawai untuk mendampingi para murid. Seluruh guru dan pegawai diamanahkan untuk mendampingi para murid dan diatur supaya mereka bisa menyebar ke seluruh penjuru di mana murid duduk menyimak pengajian. Dampak minimal ketika ada guru atau pegawai yang ada di dekat para murid adalah para murid menjadi sungkan untuk membuat kegaduhan saat pengajian berlangsung. Manfaat kedua adalah guru dan pegawai bisa langsung menegur dan mengingatkan bila masih ada murid yang tidak tenang. Kerja sama dan kekompakan dari para guru dan pegawai menjadi kunci dari ikhtiar ini. Man jadda wajada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama