Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Meskipun tampak sepele,
kompetisi roket air memiiki tata cara dan aturan yang kompleks. Secara umum,
ada dua bagian utama dari tata cara kompetisi roket air, yaitu pembuatan roket
air dan peluncuran roket air. Kedua kegiatan ini saling terkait dan sama-sama
penting.
Bagian pertama kompetisi
roket air adalah pembuatan. Pada babak ini, semua peserta membuat roket air
sesuai ketentuan dari panitia. Alat dan bahan yang diperlukan berada di dekat
lokasi peserta duduk untuk membuat roket air. Botol yang akan digunakan harus
sesuai dengan spek yang diminta oleh panitia. Begitu pula dengan bahan penyusun
roket air yang lain seperti bahan untuk sayap dan pemberat roket air, .
Durasi pembuatan roket air
adalah sekitar 90 menit hingga 120 menit, tergantung panitia penyelenggara.
Selama waktu itu, para peserta biasanya membuat dua buah roket air, karena
kegiatan peluncuran roket air dilaksanakan sebanyak dua kali. Apabila pada
kesempatan pertama belum berhasil, peserta masih bisa menggunakan roket air
kedua. Hal ini karena roket air yang pertama kali diluncurkan bisa jadi sudah
rusak sebab jatuh membentur lantai atau benda yang keras. Pembuatan roket ini
sangat menentukan karena menuntut para peserta untuk membuat roket air yang
simetris dan presisi.
Bagian kedua dari kompetisi
roket air adalah peluncuran roket air. Untuk bisa meluncurkan roket air,
peserta akan melewati beberapa pos dari panitia, yaitu tempat pengecekan roket
air, pengisian air ke dalam roket, dan pengisian angin dengan kompressor.
Peserta diperbolehkan untuk menata ulang arah peluncuran dan sudut luncurnya.
Setelah semua siap, barulah peserta bisa menembakkan roket airnya ke udara. Suasana
cuaca dan arah angin harus diperhatikan
agar roket air bisa tetap berjalan luncur tanpa mengalami gangguan. Man jadda
wajada!
Posting Komentar