Mengajak Murid Membuat Alat Peraga Pembelajaran

 


Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman

 

Alat peraga merupakan salah satu pendukung dalam pembelajaran. Dengan alat peraga, seorang guru bisa lebih mudah menyampaikan materi kepada para murid. Para guru biasanya sudah memiliki alat peraga dengan memanfaatkan alat peraga yang bisa dibeli di toko sarana sekolah. Tentu saja, pengadaan alat peraga dengan membeli di toko memerlukan biaya yang tidak sedikit.



Sebenarnya tidak semua alat peraga harus diadakan dengan membeli di toko. Ada solusi lain yang jauh lebih murah bahkan lebih menarik bagi para murid. Solusi itu adalah membuat sendiri alat peraga yang dibutuhkan. Para murid bisa diajak dan dikaryakan untuk membuat alat peraga untuk berbagai materi yang diajarkan.



Salah satu contoh alat peraga yang bisa dibuat sendiri oleh para murid adalah alat peraga untuk pembelajaran mata pelajaran IPA kelas 7 semester dua dengan tema gerak dan gaya. Toko-toko sarana sekolah menjual seperangkat alat peraga gerak dan gaya berupa mobil-mobilan, tali, beberapa logam sebagai beban dan stopwatch. Alat peraga dari toko tersebut bisa diganti dengan alat peraga yang dibuat oleh para murid.



Para murid bisa membuat mobil-mobilan dari barang-barang bekas, seperti botol dan kardus. Tali yang digunakan bisa menggunakan tali yang tersedia seperti tali rafia atau tali bangunan. Untuk beban, para murid bisa menggunakan batu, pecahan genting, spidol atau potongan kayu. Adapun untuk stopwatch, bisa diganti dengan HP yang memiliki fitur timer atau stopwatch.



Pembuatan alat peraga IPA dengan materi gerak dan gaya di atas sudah saya laksanakan di kelas yang saya ampu. Hasilnya luar biasa. Murid-murid sangat antusias dan kreatif dalam membuat mobil-mobilan. Mereka sangat bangga karena mobil karya mereka digunakan untuk kegiatan praktikum dan setelah selesai dipajang di rak kaca alat peraga. Man jadda wajada!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama