Di Tengah Keterbatasan, MA Madania Bantul Jadi Satu-satunya Madrasah Swasta Kontingen DIY di Extranas 2026





Bantul - (MA Madania Bantul). Ada cerita tentang keberanian di balik dua penghargaan yang berhasil diraih MA Madania Bantul Plus Keterampilan dalam Extranas (Expo dan Rapat Kerja Nasional) Perdana Tahun 2026 di Lamongan, Jawa Timur, tanggal 10–13 September 2026 yang diselenggarakan oleh KKMA Plus Keterampilan Nasional dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Event ini tim MA Madania Bantul ikut sebanyak 15 personil yang terdiri dari kepala madrasah, dua guru keterampilan, enam siswa, alumni dan guru.


Bukan hanya tentang trofi. Bagi MA Madania Bantul, keikutsertaan dalam ajang nasional yang diikuti Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dari seluruh Indonesia tersebut merupakan sebuah langkah besar. Terlebih, MA Madania Bantul tercatat sebagai satu-satunya madrasah swasta dalam kontingen DIY yang turut berpartisipasi. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, MA Madania Bantul memberanikan diri membawa nama madrasah ke panggung nasional. Tidak datang sekadar sebagai peserta, tetapi juga mengikuti tiga kompetisi sekaligus, yakni Lomba Video Profil, Business Plan, dan Expo Stand.


Ikhtiar tersebut akhirnya berbuah manis. MA Madania Bantul berhasil meraih Medali Perunggu Lomba Video Profil dan Penghargaan Expo Stand Kategori Tematik. Prestasi ini menjadi capaian yang sangat berarti bagi madrasah yang selama ini terus bertumbuh dengan semangat kemandirian dan inovasi.


Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, mengungkapkan bahwa mengikuti Extranas 2026 merupakan pengalaman perdana sekaligus tantangan tersendiri bagi madrasah.


“Alhamdulillah, bagi kami ini bukan sekadar tentang mendapatkan penghargaan. Bisa menjadi bagian dari Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dari seluruh Indonesia saja sudah menjadi kebanggaan. Apalagi MA Madania Bantul merupakan satu-satunya madrasah swasta dari kontingen DIY yang ikut berpartisipasi,” ungkap Anis.


Menurutnya, keikutsertaan tersebut dilakukan dengan segala kondisi yang ada. MA Madania Bantul merupakan madrasah sosial yang memberikan pendidikan dan layanan pendidikan secara gratis bagi muridnya. Keterbatasan sarana, sumber daya, maupun dukungan pembiayaan menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.


“Kami menyadari bahwa kami memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan. Tetapi kami selalu berusaha untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang. Dengan tekad, semangat, ikhtiar, selalu positif thinking, dan tentu doa, Allah mudahkan langkah kami,” tutur Anis.


Ia menambahkan, capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan banyak pihak.


“Ada doa dan support luar biasa dari Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania, pengurus Komite MA Madania Bantul, guru, tenaga kependidikan, siswa, donatur dan seluruh keluarga besar madrasah. Penghargaan ini adalah milik kita bersama,” tambah Anis.


Extranas 2026 mengangkat tema “Berdaya Saing Global dan Berkarakter Lokal.” Tema tersebut kemudian diterjemahkan MA Madania Bantul melalui konsep expo “Lumbung Madania: Mengakar pada Tradisi Mataraman, Berinovasi dalam Teknologi Pangan.” Konsep tersebut menggambarkan bagaimana madrasah berupaya mengembangkan potensi lokal melalui pendidikan keterampilan dan teknologi. Sebagai Madrasah Plus Keterampilan, MA Madania Bantul mengembangkan dua kompetensi utama, yakni Agribisnis Tanaman (AT) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).


Melalui Agribisnis Tanaman, siswa belajar mengembangkan greenhouse, budidaya melon, hidroponik, hingga microgreen. Sementara melalui Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, siswa mengembangkan berbagai produk pangan seperti Bakpia Madania, olahan talas, Pothil, dan produk bakery. Potensi tersebut kemudian dikemas dalam sebuah expo yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperlihatkan proses pendidikan keterampilan yang dikembangkan di madrasah. Konsep inilah yang kemudian mengantarkan MA Madania Bantul memperoleh penghargaan Stand Expo Kategori Tematik.


Keikutsertaan MA Madania Bantul dalam Extranas 2026 juga menjadi pesan bahwa madrasah swasta memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berprestasi. Berada di antara madrasah-madrasah dengan berbagai keunggulan dan fasilitas, MA Madania Bantul memilih untuk hadir dengan kekuatan yang dimilikinya: semangat, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba.


“Kami mungkin tidak memiliki semuanya. Tetapi kami ingin menunjukkan bahwa apa yang kita miliki dapat kita maksimalkan. Kami belajar bahwa untuk berprestasi tidak harus menunggu sempurna. Kadang kita harus berani memulai dari keterbatasan,” kata Anis.


Menurutnya, pengalaman di Extranas 2026 menjadi energi baru bagi MA Madania Bantul untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas program keterampilan. Kami pulang membawa dua penghargaan, tetapi juga membawa banyak pelajaran. Kami melihat berbagai inovasi dari madrasah lain, membangun jejaring, dan mendapatkan inspirasi untuk pengembangan Madania ke depan.


Dua penghargaan yang diraih MA Madania Bantul menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu berawal dari fasilitas yang lengkap. Ia dapat tumbuh dari keyakinan, kerja keras, kolaborasi, doa, dan keberanian untuk melangkah. Bagi MA Madania Bantul, Extranas 2026 bukanlah garis akhir. Justru menjadi awal untuk terus bergerak lebih jauh.


Dari sebuah madrasah swasta di Bantul, dengan segala keterbatasannya, MA Madania Bantul berusaha membawa karya lokal menuju panggung nasional. Mengakar pada tradisi, berinovasi dengan teknologi, berkarakter dalam berkarya, dan berani bersaing menuju dunia.


MA Madania Bantul - Berkarakter, Kreatif, Inovatif, Mandiri, Rahmatan lil ‘Alamin. (Humas MA Madania).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama