Bantul- (MA Madania Bantul) - Tradisi literasi di MA Madania Bantul terus berlanjut. Setelah sukses melahirkan buku antologi karya murid Paskibra tahun 2024 dan 2025, kini anggota Paskibra tahun 2026 tengah menjalani proses penyusunan buku antologi sebagai bagian dari penguatan program SELIRAMA (Semangat Literasi Madania).
Program ini menjadi bukti bahwa pengalaman menjadi Paskibra tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai. Setiap proses latihan, kedisiplinan, kebersamaan, tantangan, hingga pengalaman menjalankan tugas menjadi bahan berharga untuk dituangkan dalam karya tulis.
Bagi MA Madania Bantul, buku antologi Paskibra bukan sekadar produk literasi. Buku tersebut menjadi rekam jejak perjalanan dan pengalaman murid selama mengikuti proses pembentukan karakter melalui Paskibra.
Tradisi ini telah dimulai oleh Paskibra tahun 2024 yang berhasil menghasilkan buku antologi, kemudian dilanjutkan oleh Paskibra tahun 2025. Kesuksesan dua generasi tersebut menjadi motivasi bagi Paskibra tahun 2026 untuk kembali menghasilkan karya.
Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, mengapresiasi peran dan kontribusi murid yang tetap semangat berproses.
“Kami bersyukur tradisi baik ini terus berlanjut. Murid tidak hanya belajar menjadi Paskibra, tetapi juga belajar mendokumentasikan pengalaman mereka melalui tulisan. Buku antologi menjadi bukti bahwa setiap perjuangan dan proses yang mereka lalui layak dihargai serta diabadikan dan ini juga akan tertuang dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) setelah mereka lulus nanti,” ujar Anis.
Proses penyusunan buku dilakukan secara bertahap, mulai dari menggali pengalaman, menentukan ide tulisan, menulis naskah, menyunting, hingga mempersiapkan naskah menjadi buku antologi.
Setiap murid memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman dari sudut pandangnya masing-masing. Ada yang menulis tentang perjuangan mengikuti latihan, kedisiplinan, persahabatan, rasa lelah, keberanian menghadapi tantangan, hingga kebanggaan ketika dipercaya mengemban tugas sebagai Paskibra.
Dengan demikian, SELIRAMA tidak hanya mengajarkan murid untuk gemar membaca dan terampil menulis, tetapi juga mengajak mereka menjadikan pengalaman sebagai sumber pembelajaran.
Dari barisan Paskibra, lahir barisan kata. Dari perjuangan, lahir karya. Dan dari karya itu, perjalanan murid MA Madania Bantul akan terus dikenang. Program SELIRAMA - pengalaman dibaca, perjalanan ditulis, inspirasi diabadikan. (Humas Madania).
Posting Komentar