Ramadan H5 Puasa Ramadan sebagai Madrasah Pendidikan Takwa

 


Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 244)



 

Ramadan sering dipersepsikan sebatas bulan menahan lapar dan dahaga. Padahal, jika dibaca lebih jernih, puasa adalah proses pendidikan yang sangat sistematis. Ia bukan sekadar ritual, melainkan kurikulum pembentukan manusia yang lebih sadar, lebih sabar, dan lebih bertanggung jawab.

 

 

Dalam perspektif tarbawiyah, puasa bekerja seperti sekolah karakter. Frasa la’allakum tattaqun menegaskan bahwa tujuan puasa bukan hasil instan, melainkan proses becoming proses menjadi pribadi bertakwa secara bertahap. Ini penting disadari, karena banyak orang merasa puas hanya karena “sudah berpuasa”, tanpa mengevaluasi kualitasnya.

 

 

Jika dianalogikan dengan dunia pendidikan, Ramadan adalah semester intensif pembinaan diri. Sahur melatih manajemen waktu dan disiplin biologis. Menahan marah menguji kecerdasan emosional. Tarawih membangun konsistensi ibadah. Bahkan interaksi sosial selama puasa mengasah empati dan kepedulian.

 

 

Masalahnya, tidak semua orang menjalani “sekolah Ramadan” dengan keseriusan yang sama. Ada yang masih berada pada level formalitas: puasa karena ikut-ikutan, karena tekanan lingkungan, atau sekadar rutinitas tahunan. Pada level ini, puasa belum sepenuhnya berfungsi sebagai proses pendidikan.

 

 

Sebaliknya, puasa yang dijalani dengan kesadaran akan menghasilkan perubahan yang terasa. Bukan hanya pada aspek spiritual, tetapi juga perilaku sehari-hari. Orang yang berhasil “lulus” dari madrasah Ramadan biasanya lebih tenang, lebih terkontrol emosinya, dan lebih peka terhadap sesama.

 

 

Di sinilah pentingnya sikap kritis terhadap diri sendiri. Ramadan seharusnya tidak hanya dihitung dengan kalender, tetapi juga diukur dengan perubahan karakter. Jika setelah sebulan penuh tidak ada perbaikan sikap, mungkin yang perlu diperbaiki bukan puasanya, melainkan cara kita menjalaninya.

 

 

Ramadan pada akhirnya adalah ruang belajar tahunan. Pertanyaannya sederhana: kita sedang benar-benar belajar, atau sekadar hadir di kelas tanpa berubah?

 

 

Penceramah : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Sumber : Youtube Kemendikdasmen

 

Post a Comment

أحدث أقدم