Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Ada sebuah peristiwa yang
sangat berharga bagi saya sebagai salah satu guru pembimbing peserta Kompetisi
Roket Air Nasional tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada tanggal 25 Oktober
2025. Saat itu saya baru saja tiba di ruangan pembuatan roket air sekitar pukul
7.50 WIB. Seorang murid yang saya dampingi baru saja masuk ke ruangan dengan
membawa bahan dan peralatan yang diperlukan.
Tiba-tiba suasana menjadi
heboh, ketika pemandu lomba mengatakan bahwa botol yang digunakan untuk membuat
roket air harus sesuai dengan petunjuk teknis dan juga sudah disampaikan dalam
acara technical meeting lomba. Botol tersebut merupakan botol dengan merk
produsen yang khusus. Sebagai guru pembimbing saya kaget karena botol yang kami
bawa tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh panitia.
Mengingat jadwal pembuatan
roket dimulai pada pukul 08.00 WIB, maka saya langsung melakukan langkah cepat.
Saya segera keluar ruangan untuk mencari botol yang diharapkan oleh panitia.
Dengan agak berlari saya keluar gedung. Tidak hanya saya yang bingung, karena
ada beberapa guru pendamping lain dan juga peserta yang berjalan cepat keluar
gedung untuk mencari botol.
Saya sangat terbantu dengan
mereka karena saya jadi tahu lokasi toko yang menjual botol tersebut. Kami
berlari menuju toko yang berada di luar area lokasi lomba. Karena agak jauh,
saya naik ojek. Alhamdulillah, toko tersebut memiliki botol yang kami cari.
Akhirnya saya bisa membeli minuman yang dikemas dalam botol yang kami butuhkan.
Seusai mendapatkan botol,
saya kembali bergegas menuju lokasi pembuatan roket air. Alhamdulillah, saya
berhasil tiba sekitar pukul 08.20 WIB dan ternyata waktu pembuatan roket air
belum dimulai. Sekitar sepuluh menit kemudian, pembuatan roket air pun dimulai.
Saya lega dan bersyukur karena berhasil mendapatkan botol itu. Waktu 30 menit
yang terasa singkat itu tidak sia-sia karena akhirnya kami bisa lolos ke
tingkat ASEAN. Man jadda wajada!
Posting Komentar