Pengertian Pembiayaan dan Efisiensi
Pendidikan
Dr. Fauzi Ananda, M.Pd
Pengertian
biaya pendidikan adalah upaya pengumpulan dana untuk membiayai
operasional dan pengembangan sektor pendidikan (Indra Bastian, 2006: 160). Biaya pendidikan diartikan sebagai jumlah
uang yang dihasilkan dan dibelanjakan untuk berbagai keperluan penyelenggaraan
pendidikan di sekolah/madrasah. Diantara cakupan dari biaya yaitu: gaji
guru, peningkatan kemampuan professional guru, pengadaan sarana ruang belajar,
perbaikan ruang belajar, pengadaan perabot/mobeler, pengadaan alat-alat
pelajaran, pengadaan buku-buku pelajaran, alat tulis kantor (ATK), kegiatan
ekstrakurikuler, kegiatan pengelolaan pendidikan dan supervisi pendidikan
pembinaan pendidikan serta ketatausahaan sekolah/madrasah (Nanang Fatah,
2012: 112).
Pembiayaan
pendidikan adalah proses yang mutlak dan mesti ada dalam proses pendidikan. Hal
ini dapat dipahami dari syair-syair dan nasihat Imam Syafi’i tentang menuntut
ilmu memerluka enam hal pokok, salah satu diantaranya adalah biaya. Hal
tersebut dapat dipahami dari nasihat-nasihat diantaranya yaitu (Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad, 1957: 416):
أخي
لن تنال العلم إلا بستة سأنبيك عن تفصيلها ببيان ذكاء وحرص واجتهاد وبلغة وإرشاد
أستاذ وطول زما.
Nasihat
di atas jelas menguraikan bahwa dalam proses pendidikan membutuhkan biaya.
Setiap perjuangan pasti ada pengorbanan, termasuk dalam meraih tujuan
pendidikan butuh pengorbanan. Menuntut ilmu perlu biaya, biaya berupa materi
maupun tenaga, waktu dan segala macam pengorbanan. Seorang anak yang ingin
belajar, contohnya seperti melukis pasti membutuhkan berbagai kebutuhan melukis
seperti cat, kertas kanvas, pensil, kuas dan lainnya. Maka sangat penting dalam
proses pendidikan memiliki peralatan dan perlengkapan, jadi sangat dibutuhkan
biaya atau modal termasuk untuk membeli peralatan, perlengkapan dan hal-hal
lainnya.
Biaya
pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik
keuangan sekolah/madrasah. Analisis efesiensi keuangan sekolah dalam
pemanfataan sumber-sumber keuangan sekolah/madrasah dan hasil (output)
sekolah/madrasah dapat dilakukan dengan cara menganalisa biaya satuan (unit
cost) per siswa. Biaya satuan persiswa adalah biaya rata-rata persiswa yang
dihitung dari total pengeluaran sekolah/madrasah dibagi seluruh siswa yang ada
di sekolah dalam kurun waktu tertentu. Dengan mengetahui besarnya biaya satuan
persiswa menurut jenjang dan jenis pendidikan berguna untuk menilai berbagai
alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Beberapa
para ahli juga memberikan definisi pembiayaan pendidikan sebagaimana yang
dikemukakan oleh Dedi Supriadi bahwa biaya pendidikan adalah semua jenis
pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan baik dalam bentuk
uang maupun barang dan tenaga (yang dapat dihargakan dengan uang). Dalam
pengertian ini iuran siswa, sarana fisik berupa buku sekolah, dan guru adalah
tetmasuk kategori biaya. Bagian-bagian biaya itu direncanakan, diperoleh,
dialokasikan dan dikelola merupakan persoalan pembiayaan atau pendanaan
pendidikan (Dedi Supriyadi, 2004: 3-4).
Hal yang tidak
bisa dimungkiri dalam biaya pendidikan termasuk dalam pembiayaan gaji guru atau
pendidik. Walaupun salah satu karakter
pendidik muslim menurut An-Nahlawi adalah Ikhlas, tetapi gaji bagi
pendidik atau guru adalah keharusan. Semua pihak meyakini bahwa pendidik
atau guru yang profesional sangat urgen dalam pendidikan. Hal tersebut tidak
bisa dihindarkan dari pembiayaan karena Menurut Glenn Langford, kriteria
profesi mencakup: 1) upah, 2) memiliki pengetahuan dan keterampilan, 3)
memiliki rasa tanggung jawab dan tujuan, 4) mengutamakan layanan, 5) memiliki
kesatuan, 6) mendapat pengakuan dari orang lain atas pekerjaan yang digelutinya
(Martinis Yamin, 2009: 31). Oleh karena itu, upah, honor atau gaji guru atau
pendidik merupakan suatu keharusan dalam pembiayaan pendidikan.
Gaji besar
perlu bagi guru, juga bagi karyawan sekolah/madrasah. Ini adalah tuntutan
universal. Bagi guru yang menjalani pekerjaannya secara profesional, uang amat
diperlukannya dalam meningkatkan profesinya. Maka gaji guru harus besar agar
dia ikhlas, agar dia rajin mengajar, agar profesinya meningkat terus (Ahmad
Tafsir, 2000: 106).
Berkaitan
dengan biaya dalam pendidikan meliputi dua hal, yaitu biaya langsung (direct
cost) dan tidak langsung (indirect cost). Biaya langsung terdiri
dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan
kegiatan-kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pembelajaran, sarana
belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah,
orang tua maupun siswa sendiri. Sedangkan biaya tidak langsung berupa
keuntungan yang hilang (earning forgone) dalam bentuk biaya kesempatan
yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan oleh siswa selama
belajar (Nanang
Fatah, 2012: 24). Selain
itu konsep pembiayaan pendidikan khususnya pada pendidikan dasar ada dua hal
penting yang perlu dikaji atau dianalisis yaitu, biaya pendidikan secara
keseluruhan (total cost) dan biaya satuan persiswa (unit cost).
Anggaran
biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu
sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuan
pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diproleh setiap tahun
oleh sekolah/madrasah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur.
Sedangkan anggaran dasar pengeluaran adalah jumlah uang yang dibelanjakan
setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah/madrasah.
Berdasarkan
pendekatan unsur biaya (ingredient
approach), pengeluaran sekolah dapat dikategorikan ke dalam beberapa item pengeluaran (Nanang Fatah, 2012: 24), yaitu:
- Pengeluaran untuk pelaksanaan pelajaran
- Pengeluaran untuk tata usaha sekolah,
- Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah,
- Kesejahteraan pegawai,
- Administrasi,
- Pembinaan teknis educative,
dan
- Pendataan.
Cara untuk mengetahui tingkat efisiensinya pembiayaan
dalam pendidikan maka digunakan analisiscost dan benefit
(analisis biaya dan manfaat). Analisis cost dan benefit ini pada
dasarnya untuk mengevaluasi penggunaan sumber ekonomi dalam pembangunan yang
banyak diprogramkan oleh pemerintah. Banyaknya proyek yang harus dilaksanakan
membutuhkan kejelian untuk dilaksanakan sedangkan dari segi ketersediaan
pembiayaan sangat terbatas. Maka melalui analisis ini pemerintah dapat
mengefisienkan program-programnya sesuai kriteria dan menjamin sumber-sumber
ekonomi secara efisien. Dalam bidang pendidikan analisiscost dan
benefit digunakan dalam mengevaluasi penggunaan sumber pembiayaan dalam
pendidikan, hal ini dimaksudkan agar sumber pembiayaan tersebut dapat digunakan
secara efisien serta dapat memberikan keuntungan yang maksimal. pentingnya pembahasan ini adalah tingginya
peranan keluarga dalam pembiayaan pendidikan, bahkan bila dihitung dari biaya
total per siswa, sumbangan keluarga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
subsidi pemerintah (Dedi Supriyadi, 2004).
Konsep Efisiensi
Efisiensi adalah suatu aktifitas yang berkaitan dengan menghasilkan
sesuatu secara optimal dengan cara mengoptimalkan waktu secara tepat dalam
proses pengerjaannya. Sejatinya agama Islam sangat menganjurkan efisiensi, baik
efisiensi yang bersifat materi seperti efisiensi pengeluaran (keuangan) dan
program maupun efisiensi yang bersifat perilaku seperti efisiensi dalam
perkataan dan perbuatan (Taufiqurrahman, 2013: 99).
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu
terbelenggu pada lehermu artinya jangan menahan dari berinfak karena pelit
sekali dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya dalam membelanjakan harta
secara keterlaluan karena itu kamu menjadi tercela karena pelit dan menyesal
karena harta habis; pengertian ini ditujukan kepada orang yang terlalu
berlebihan dalam membelanjakan harta (Jalaluddin Al Mahalli dan Imam Jalaluddin
As-Suyuti, 2011: 1139). Ayat ini
memberikan pengertian agar manusia tidak terlalu kikir dan tidak pula terlalu
pemurah (boros), karena segala sesuatunya dilakukan secara efektif dan efisien.
Istilah efisiensi menggambarkan hubungan antara pemasukan dan
pengeluaran. Suatu sistem yang efisien ditunjukkan oleh keluaran yang lebih
untuk sumber masukan (resources input). Efisiensi pendidikan artinya
memiliki kaitan antara pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas
sehingga mencapai optimalisasi yang tinggi. Untuk mengetahui efisiensi biaya
pendidikan biasanya digunakan metode analisis keefektifan biaya (cost
effectiveness method) yang memperhitungkan besarnya kontribusi setiap
masukan pendidikan terhadap efektivitas pencapaian tujuan pendidikan atau
prestasi belajar (Nanang Fattah, 2012: 35). Efisiensi
adalah apabila sasaran tujuan dalam bidang pendidikan dapat dicapai secara
berdaya guna. Artinya pendidikan akan dapat memberikan hasil yang baik dengan
tidak menghamburkan sumberdaya yang ada, seperti uang, waktu, tenaga dan
sebagainya.
Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien adalah apabila
pendayagunaan sumber daya seperti waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan
lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada saat sekarang ini,
pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemanfaatan
segala sumberdaya yang ada belum menghasilkan lulusan yang sesuai dengan yang
diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas
pendidikan yang telah mereka peroleh. Pendidikan yang mereka peroleh tidak
menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang
mereka jalani.
Efisensi dapat
bermakna sebagai proses kegiatan yang mampu melahirkan suasana yang kondusif,
menyenangkan, merangsang kreativitas, mendorong prestasi dan iklim yang sehat (Sudarwan Danim, 2004: 40). Efisien adalah
bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih
murah. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan
untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik juga. Dalam proses
pendidikan kita harus mempertimbangkan prosesnya, bagaimana dapat meraih
standar hasil yang telah disepakati dengan biaya yang terjangkau.
Suatu program
pendidikan yang efisien ialah yang mampu menciptakan keseimbangan antara
sumber-sumber yang di butuhkan dan yang ada atau tersedia untuk mengurangi
hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, mutu
pendidikan dapat dipahami sebagai kemampuan dari suatu sistem pendidikan untuk
mengalokasikan sumber-sumber pendidikan secara adil sehingga setiap peserta
didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber
pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang optimal.
Menurut Nanang Fattah
untuk mengetahui efisiensi biaya pendidikan biasanya digunakan metode analisis
keefektifan biaya. Berkaitan dengan
efisiensi dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu:
Pertama, Efisiensi Internal. Suatu sistem pendidikan dinilai memiliki efisiensi internal jika dapat
menghasilkan output yang diharapkan dengan biaya minimum. Dapat pula dinyatakan
bahwa dengan input yang tertentu dapat memaksimalkan output yang diharapkan.
Efisiensi internal sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu faktor
institusional dan faktor manajerial. Dalam rangka pelaksanaan efisiensi
internal, perlu dilakukan penekanan biaya pendidikan melalui berbagai jenis
kebijakan, antara lain:
- Menurunkan biaya operasional
- Memberikan biaya
prioritas anggaran terhadap komponen-pomponen input yang langsung
berkaitan dengan proses pembelajaran
- Meningkatkan
kapasitas pemakaian ruang kelas, dan fasilitas-fasilitas belajar lainnya
- Meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar
- Meningkatkan
motivasi kerja guru
- Memperbaiki rasio
guru-murid (Nanang Fattah, 2012: 36).
Efisiensi internal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: Pertama,
untuk mengetahui berapa lama seorang lulusan menggunakan waktu belajar dapat dilakukan
dengan metode mencari statistik kohort (kelompok belajar), untuk itu
dapat dihitung dengan cara jumlah waktu yang dihabiskan lulusan dalam satu
kohort dibagi dengan jumlah lulusan dalam kohort tersebut.
Cotoh dari hal ini
adalah: jika di Program doktor PPs UIN SU Medan terdapat 12 mahasiswa yang
tamat dalam 3 jenis waktu, ada yang menghabiskan waktu 3 tahun, 4 tahun dan 5
tahun, maka lama rata-rata belajar adalah:
Berdasarkan contoh di atas rata-rata lama belajar seorang lulusan adalah 4
tahun, artinya satu tahun lebih lama dari seharusnya mahasiswa menyelesaikan
studi. Disini dapat dipahami bahwa seseorang yang semakin besar rata-rata waktu
belajarnya, waktunya semakin tidak efisien. Kedua, dengan Input-outpu
ratio, adalah perbandingan antara murid yang lulus dengan murid yang masuk
dengan memperhatikan waktu yang seharusnya ditentukan untuk lulus. Artinya, di
sini dibandingkan antara tingkat masukan dengan tingkat keluaran. Terdapat
kecenderungan bahwa pada masyarakat bangsa maju atau masyarakat daerah
perkotaan, faktor latar belakang perkotaan, faktor latar belakang sosial
ekonomi keluarga memiliki pengaruh yang berarti terhadap efisiensi pendidikan (Nanang Fattah, 2012: 36-37).
Berdasarkan hal-hal di atas, maka masukan pendidikan, proses
pendidikan, hasil pendidikan dan lingkungan harus terus dikelola dan terbina
secara optimal dengan memperoleh tingkat efisien yang tinggi. Konsep efisiensi
Internal dikaitkan dengan perbandingan antara biaya input pendidikan dan
efektivitasnya dalam mendukung hasil-hasil belajar. Aspek efisisensi internal
dari suatu sekolah bukan hanya bergantung pada karakteristik administratif,
melainkan pemberian rangsangan yang dapat memotivasi perilaku siswa, guru dan
kepala sekolah atau madrasah.
Kedua, Efisiensi
Eksternal. Efisiensi eksternal sering dihubungkan dengan metode cost
benefit analysis, yaitu rasio antara keuntungan financial sebagai hasil
pendidikan (biasanya diukur dengan penghasilan) dengan seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk pendidikan (Nanang Fattah, 2012: 36-37). Analisis efisiensi
eksternal berguna untuk menentukan kenbijakan dalam pengalokasian biaya
pendidikan atau distribusi anggaran kepada seluruh sub-sub sektor pendidikan.
Upaya-upaya dalam
meningkatkan efisiensi pembiayaan pendidikan perlu diarahkan pada krhal-hal
pokok. Diantara hal pokok yang harus diarahkan adalah sebagai berikut:
- Pemerataan kesempatan memasuki sekolah atau madrasah (equality of
acces)
- Pemerataan untuk
bertahan di sekolah atau madrasah (equality of survival)
- Pemerataan
kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar (equality of
output)
- Pemerataan
kesempatan menikmati manfaat pendidikan dalam kehidupan masyarakat (equality
of outcome) (Nanang Fattah, 2012:43).
Ada empat kategori yang dapat dijadikan kategori dalam menentukan tingkat
keberhasilan pendidikan, yaitu: (a), Dapat tidaknya seorang lulusan melanjutkan
pendidikan yang lebih tinggi. (b), Dapat tidaknya memperoleh pekerjaan, (c),
Besarnya penghasilan (gaji) yang diterima. (d), Sikap prilaku dalam konteks
sosial, budaya dan politik. Untuk mengukur keuntungan pendidikan menurut nilai
ekonomi (penghasilan) yang dibandingkan dengan biaya cost. Keuntungan tersebut
dapat diukur dengan menggunakan pola penghasilan seumur hidup (Nanang Fattah, 2012:43).
Untuk memperoleh
penghasilan seumur hidup dilakukan dengan dua cara yaitu: Pertama,Cross
sectional, dengan jalan mengukur penghasilan dalam waktu yang bersamaan
kepada sejumlah orang yang bervariasi umumnya, kemudian dicari rata-rata
penghasilan dari orang-orang yang usianya sama. Kedua,Longitudinal,
dengan jalan mengikuti sejumlah orang yang seusia dan penghasilannya dan diukur
pada kedua tingkat usianya (Nanang Fattah, 2012:43). Uraian di atas adalah
gambaran teori tentang mengukur manfaat pendidikan. Upaya untuk menerapkan
teori-teori tersebut memang sulit, tetapi apabila memiliki motivasi yang kuat
dan dengan strategi yang tepat untuk mengaplikasikannya maka hal tersebut bisa
dilakukan dengan baik.
Prinsip dalam Penyususnan Anggaran
Pendidikan
bukan merupakan kegiatan yang murah, sekalipun pemerintah menyelenggarakan
kegiatan pendidikan tidak usah membayar bagi masyarakat umum. Masyarakat bahkan
menilai biaya pendidikan sudah menggila, karena biaya pendidikan yang dia lihat
jauh diatas kemampuan membayar dan pendapatan riil yang dia terima tiap bulan.
Anggaran
sebagai alat efisiensi merupakan fungsi yang paling esensial dalam pengendalian
pendanaan. Penyusunan anggaran merupakan langkah-langkah positif untuk
merealisasikan rencana yang telah disusun. Kegiatan ini melibatkan pimpinan
tiap-tiap unit organisasi. Pada dasarnya, penyusunan anggaran merupkan
negosiasi atau perundingan/kesepakatan antara puncak pimpinan dengan pimpinan
di bawahnya dalam menentukan besarnya alokasi biaya suatu penganggaran. Hasil
akhir dari suatu negosiasi merupakan suatu pernyataan tentang pengeluaran dan
pendapatan yang diharapkan dari setiap sumber dana (Nanang
Fattah, 2012:43).
Penyusunan
anggaran merupakan bagian dari perencanaan.
Perencanaan adalah suatu proses menyesuaikan berbagai sumber daya yang
ada untuk mengubah lingkungan dan kekuatan internal. Apabila perencanaan kurang
diperhatikan atau tidak dibuat, maka akan terjadi tindakan sembarangan atau
tidak menentu (Syafaruddin, 2015:70-71). Oleh sebab itu, penyusunan anggaran
harus direncanakan dengan sebaik-baiknya supaya efisiensi pendidikan dapat
diciptakan dengan baik.
Fungsi Anggaran
Apabila melihat
perkembangannya, anggaran mempunyai manfaat yang dapat digolongkan ke dalam
tiga jenis yaitu :
1) Sebagai alat penaksir
2) Sebagai alat otorisasi pengeluaran dana, dan
3) Sebagai alat efisiensi.
Adapun tahapan dalam penyusunan anggaran adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama periode
anggaran.
2. Mengidentifikasi sumber-sumber yang
dinyatakan dalam uang, jasa, dan barang.
3. Semua sumber dinyatakan dalam bentuk uang sebab anggaran pada dasarnya
merupakan pernyataan finansial.
4. Memformulasikan anggaran dalam bentuk format yang telah disetujui dan
dipergunakan oleh instansi tertentu.
5. Menyusun usulan anggaran untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang
berwenang.
6. Melakukan revisi usulan anggaran.
7. Persetujuan revisi usulan anggaran.
8. Pengersahan anggaran (Nanang Fattah, 2012:43).
Uraian di atas adalah pembahasan mengenai anggarn dimana anggaran
ini sangat mempengaruhi efisiensi pendidikan. Anggaran sebagai alat efisiensi
merupakan fungsi yang paling esensial dalam pengendalian pendanaan. Penyusunan
anggaran merupakan langkah positif untuk merealisasikan rencana yang telah
disusun.

إرسال تعليق