Oleh: Deni Kurniawan As'ari, M.Pd. | Sekjen Agerlip PGM Indonesia
Jika ada satu kata yang bisa menggambarkan
sosok Nurul Jubaedah, S.Ag., S.Pd., M.Ag., maka kata itu adalah konsistensi.
Dalam kesunyian malam dan di sela-sela kesibukannya, ia menulis dan terus
menulis. Dalam empat tahun terakhir, lebih dari 900 artikel, 40 buku antologi,
dan 7 buku solo lahir dari tangannya—menjadikannya salah satu guru madrasah
penulis produktif di Indonesia.
Lahir di Garut pada 19 Mei 1978, Nurul tumbuh
di tengah suasana pegunungan yang sejuk dan masyarakat yang menjunjung nilai
kerja keras. Sejak kecil, ia sudah memiliki rasa ingin tahu yang besar dan
kecintaan terhadap ilmu. Ia percaya bahwa belajar bukan sekadar kewajiban,
tetapi juga bentuk ibadah. Maka tak heran, perjalanan pendidikannya penuh warna
dan semangat.
Setelah menyelesaikan D1 Akuntansi pada tahun
1996, Nurul melanjutkan pendidikan S1 Kependidikan Islam di Universitas Garut
(UNIGA) dan lulus pada tahun 2001. Tak berhenti di situ, ia menempuh S1 Bahasa
Inggris di STKIP Siliwangi Cimahi pada tahun 2007, memperluas cakrawala
keilmuan dengan menguasai bahasa internasional. Hasrat belajarnya terus membara
hingga akhirnya ia meraih gelar Magister Agama (S2 Pendidikan Agama Islam) di
UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 2012. Bagi Nurul, menuntut ilmu
adalah perjalanan tanpa garis akhir.
Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada
tahun 2000 sebagai guru Bahasa Inggris. Ia pernah mengajar di berbagai jenjang:
SD, SMP, MTs, hingga SMA. Dari ruang kelas sederhana di pelosok hingga sekolah
negeri yang ramai, Nurul selalu mengajar dengan hati. Sepuluh tahun ia mengabdi
dalam bidang bahasa, hingga akhirnya pada 2010 ia beralih menjadi guru Sejarah
Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Al-Hidayah Karoya. Di sela kesibukan mengajar, ia
juga menjadi asisten dosen Bahasa Inggris di IAILM Suryalaya antara tahun 2004
hingga 2008.
Pengalaman panjang di dunia pendidikan membuatnya
matang secara profesional dan spiritual. Ia belajar bahwa mengajar bukan hanya
soal menyampaikan materi, tetapi juga menyentuh jiwa dan menumbuhkan semangat
belajar. Filosofi itu yang kemudian ia bawa saat dipercaya menjadi bagian dari
kepemimpinan di madrasah.
Nurul pernah menjabat Wakamad Kurikulum
MTsN 2 Garut sejak 2023. Sebelumnya pernah pula mendapat tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala MTsN 2 Garut, posisi yang ia emban dengan tanggung jawab besar dan hati
yang tulus. Nurul kini juga memimpin MGMP SKI Kabupaten Garut periode
2024–2028. Pada organisasi profesi, ia mengemban amanah sebagai Sekbid
Peningkatan Mutu SDM PGM Kabupaten Garut (2022–2026) serta Kabid Humas AGERLIP
PGM Indonesia (2024–2029). Dalam setiap tugasnya, Nurul dikenal sebagai pemimpin
yang tegas, bijak dan rendah hati.
Di luar aktivitas formal, Nurul menyalurkan
cintanya pada dunia literasi. Ia aktif menulis di berbagai platform seperti
melintas.id, website MTsN 2 Garut, Website Kemenag Jawa Barat, dan blog
Agerlip. Dalam dua tahun terakhir, tulisannya di melintas.id telah mencapai
lebih dari 700 artikel, menjadikannya Penulis Terproduktif I AGERLIP PGM
Indonesia tahun 2025. Tema tulisannya beragam: refleksi kehidupan, semangat
guru, kisah inspiratif siswa, hingga catatan pendidikan yang menyentuh sisi
kemanusiaan. Ia menulis dengan gaya yang ringan, mengalir, dan penuh makna.
Menulis, baginya, adalah ibadah intelektual.
Dalam setiap kata yang ia tuangkan, terselip doa agar tulisannya mampu memberi
manfaat bagi banyak orang. “Menulis itu seperti menanam. Mungkin tidak langsung
tumbuh, tapi suatu saat ia akan berbuah kebaikan,” ujarnya dengan senyum
tenang.
Selain produktif menulis, Nurul juga dikenal sebagai pembimbing dan motivator bagi peserta didiknya. Ia telah membimbing 27 karya ilmiah remaja di bidang sosial dan budaya. Hasilnya tak main-main: para siswanya berhasil meraih juara 1, 2, 3, dan harapan 1 di tingkat Provinsi Jawa Barat, serta juara harapan 1 dan 2 di tingkat Nasional. Bagi Nurul, keberhasilan siswa jauh lebih berarti dibanding penghargaan pribadi. Ia selalu mengatakan, “Prestasi siswa adalah cermin keberhasilan guru dalam menyalakan semangat.”
Ketekunannya membuahkan deretan prestasi yang
membanggakan. Ia pernah dinobatkan sebagai Guru Berprestasi Tahap 1 GTK
Madrasah pada tahun 2021, kemudian lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah pada 2022,
dan Juara Favorit Guru Berprestasi GTK Madrasah di tahun yang sama. Tahun 2023,
ia terpilih sebagai Fasilitator Daerah bidang SKI dan Guru Berprestasi
Kabupaten Garut. Setahun berikutnya, pada Rakernas Kemenag di Pangandaran,
Nurul kembali menerima penghargaan sebagai Guru Berprestasi, disusul
penghargaan Penulis Modul Kemendikbud Tahap 4.
Puncak penghargaannya datang pada tahun 2024,
ketika ia dinobatkan sebagai Penulis Terbaik II KBMN PGRI – Guru Penulis
Nusantara dan memperoleh PGM Award Pusat. Tahun berikutnya, ia resmi menjadi
Duta Literasi Kemenag Garut 2025, sebuah gelar yang seolah menegaskan kiprahnya
sebagai penggerak literasi madrasah.
Di balik semua capaian itu, Nurul tetap rendah
hati. Ia lebih senang dikenal sebagai “guru biasa yang terus belajar.” Ia
menyimpan lebih dari 250 sertifikat workshop, pelatihan, dan webinar, bukan
untuk pamer, tetapi sebagai bukti bahwa dirinya tak pernah berhenti menimba
ilmu.
Kini, dengan segala pengalaman dan prestasi
yang diraih, Nurul Jubaedah menjelma menjadi sosok yang menginspirasi banyak guru. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga membangun ekosistem literasi di
lingkungan madrasahnya. Melalui tulisan-tulisannya, ia menyalakan semangat para
guru di seluruh Indonesia untuk berani berkarya dan berbagi. "Dalam sebulan saya menulis 250 berita," katanya.
Bagi Nurul, guru sejati adalah mereka yang tidak berhenti menulis—bukan di batu atau kertas, melainkan di hati para murid dan pembacanya. Dalam kesederhanaan, Nurul Jubaedah telah membuktikan bahwa pena bisa menjadi sumber cahaya, menerangi dunia pendidikan dengan ketulusan, dedikasi, dan cinta yang tak pernah padam. Tak lupa ia juga kerap menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan, literasi, dan penulisan guru.
“Saya siap berbagi ilmu dan pengalaman dalam
bidang penulisan,” terang guru yang pernah jadi penguji SKB CPNS Kemenag
tersebut.
Tulisan ini telah dimuat dalam buku berjudul:
Kisah Guru Madrasah Hebat Yang Menginspirasi Negeri diterbitkan Azkiya
Publishing
***
