Literasi Digital Komdigi Bersama Majelis Mishbahul Muslimin Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi yang Aman dan Bertanggung Jawab



Dr. Fauzi Ananda, M.Pd

Medan, 13 Desember 2025 – Transformasi digital yang terus berkembang menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam memahami, memanfaatkan, serta menyikapi teknologi secara bijaksana. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunik asi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Majelis Mishbahul Muslimin Sumatera Utara menggelar kegiatan Literasi Digital bertajuk "Pemanfaatan Teknologi Digital yang Aman dan Bertanggung Jawab" di Hotel Madani, Kota Medan, pada Sabtu (13/12/2025).


Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Fakhrur Rozi, Penulis Buku Tabayyun Digital, serta Fauzi Ananda, Pandu Literasi Digital. Acara tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, tokoh masyarakat, yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan teknologi informasi.


Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, memahami etika digital, menjaga keamanan data pribadi, serta memilah informasi yang benar di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial.


Fauzi Ananda menjelaskan bahwa masyarakat saat ini dihadapkan pada tantangan besar berupa maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, hingga penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk membangun budaya digital yang sehat dan produktif.


"Media sosial dapat menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan pengembangan diri apabila digunakan secara bijak. Namun tanpa literasi yang memadai, teknologi justru dapat menjadi sumber masalah. Karena itu, kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam bermedia digital harus terus ditingkatkan," ujarnya.


Sementara itu, Fakhrur Rozi menyoroti pentingnya konsep tabayyun digital sebagai upaya memverifikasi setiap informasi sebelum disebarluaskan. Menurutnya, kebiasaan melakukan pengecekan fakta merupakan langkah sederhana namun sangat efektif dalam menekan penyebaran informasi palsu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.


Kegiatan literasi digital ini juga menjadi wadah edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan siber, perlindungan data pribadi, etika komunikasi digital, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas dan pembangunan masyarakat.


Melalui program ini, Komdigi bersama Majelis Mishbahul Muslimin Sumatera Utara berharap dapat menciptakan masyarakat yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna internet yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, ruang digital Indonesia dapat berkembang menjadi lingkungan yang aman, sehat, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa.


Kegiatan yang berlangsung di Hotel Madani Kota Medan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat budaya literasi digital di Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat digital yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital di masa depan.

 

Post a Comment

أحدث أقدم