Bantul (MA Madania) - Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, Tim SKPI Digital MA Madania Bantul terus menunjukkan semangat dan komitmen dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berpihak pada kebutuhan siswa. Bagi MA Madania Bantul, aplikasi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) Digital bukan sekadar program tambahan, tetapi menjadi kebutuhan penting madrasah dalam menghadirkan sistem pengakuan siswa yang lebih utuh dan bermakna.
Selama ini, keberhasilan siswa sering kali hanya dimaknai melalui angka yang tercantum dalam ijazah. Padahal, banyak proses perjuangan, kontribusi sosial, keterampilan, dan pengalaman kehidupan siswa yang tidak terlihat dalam sistem penilaian konvensional. Berangkat dari realitas tersebut, Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, berupaya bersama tim untuk mengakomodir kebutuhan siswa agar setiap proses, kontribusi, dan potensi mereka dapat terdokumentasi dan mendapatkan pengakuan yang layak.
“Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata siswa kami. Banyak dari mereka mungkin tidak menonjol secara akademik, tetapi memiliki semangat juang, kontribusi sosial, dan pengalaman hidup yang luar biasa. Kami ingin pendidikan tidak hanya berhenti pada angka, tetapi juga menghargai proses dan perjuangan setiap anak,” ungkap Anis.
Pengembangan SKPI Digital dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur di madrasah. Sebagai konsultan tim, hadir Ahmad Qomaruddin yang mendampingi proses pengembangan sistem bersama Kepala Madrasah, Anis Fatiha. Tim pengembang juga diperkuat oleh:
Kepala Tata Usaha, Ahmad Ahsan, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Muhammad Tholib Najamudin
Guru TIK, Arief Dwi Saputra,
Wali Kelas XII, Juli Susanti dan Noor Rohim serta operator madrasah, Ananda Sholiha Aghniya.
Dalam proses pengembangannya, tim tidak selalu memiliki kesempatan untuk bertemu secara intensif karena keterbatasan waktu dan aktivitas masing-masing. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus bergerak dan berproses. Diskusi, koordinasi, dan sharing gagasan lebih banyak dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai ruang kolaborasi dan penguatan ide.
Seluruh proses pengembangan juga mendapatkan pendampingan dari Heni Prilantari selaku Pengawas Pembina MA Madania Bantul yang turut memberikan arahan dan penguatan terhadap pengembangan inovasi tersebut.
SKPI Digital MA Madania Bantul dirancang sebagai sistem profil lulusan berbasis bukti (evidence-based) yang tidak hanya memuat capaian akademik, tetapi juga aktivitas ekstrakurikuler, pengalaman magang, kontribusi sosial, organisasi, kegiatan kemanusiaan, hingga keterlibatan siswa dalam program keagamaan dan masyarakat.
Melalui inovasi ini, madrasah berharap setiap siswa dapat memiliki rekam jejak kompetensi dan kontribusi yang lebih utuh sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Di tengah segala keterbatasan, MA Madania Bantul percaya bahwa inovasi tidak selalu lahir dari fasilitas besar, tetapi dari kepedulian terhadap kebutuhan siswa dan keberanian untuk terus berproses bersama.
“Bagi kami, inovasi ini mungkin sederhana. Namun jika mampu membuat siswa merasa lebih dihargai, lebih percaya diri, dan lebih terlihat, maka itu sudah menjadi sesuatu yang sangat berharga,” tutup Anis Fatiha. (Anf).
Posting Komentar