Oleh: Adib Nur Aziz, guru MTsN 7 Sleman
Perhelatan Kompetisi Roket
Air ASEAN tahun 2026 telah berakhir dengan manis. Perjalanan panjang selama
delapan bulan sejak kegiatan seleksi tim roket air di bulan Agustus 2025 sudah
sampai di garis finish. Yang tersisa adalah, selembar sertifikat dan sebuah
medali perak dari panitia untuk Intan Dwi Anggraini, seorang murid yang membuat
hati kita gerimis.
Rasa bahagia akan kemenangan
di tingkat internasional telah menjadi milik banyak orang. Kemenangan yang
membuat kita semakin percaya, bahwa kita layak menjadi pemenang. Bahwa prestasi
di tingkat internasional itu bukan hanya sekedar mimpi, melainkan cita-cita
besar yang telah terbukti dengan terang.
Medali perak tingkat ASEAN ini bukanlah
kemenangan biasa atau luar biasa, melainkan sebuah kemenangan yang istimewa. Ia
adalah kemenangan yang terkumpul dari kemenangan-kemenangan kecil sejak hari
pertama tim roket air MTsN 7 Sleman hadir dan ditempa. Ia adalah kemenangan
tekad yang bulat dan gagasan yang kuat, yang diperjuangkan dengan kerja keras
dan do’a-do’a terbaik dari para guru dan orang tua mulia.
Sebuah tekad yang bulat,
bahwa apapun kendala dan tantangan yang datang menyapa akan dihadapi dengan senyuman.
Sebuah gagasan yang kuat, bahwa tugas seorang guru adalah memberi kesempatan emas
bagi muridnya untuk menjemput takdir terbaik sebagai bekal di masa depan.
Do’a-do’a terbaik dari para guru dan orang tua, adalah energi yang berperan
sangat besar bagi seorang murid untuk meraih kesuksesan.
Kak Intan hadir di MTsN 7
Sleman dengan keterbatasan jasmani, namun bukan berarti ia tidak bisa
menyumbang prestasi. Ketika akhirnya ia lolos ke kompetisi tingkat nasional di
Jakarta, peluang itu terbuka dengan lebar dan disambut dengan percaya diri.
Buahnya sangat manis, ia lolos menuju kompetisi di tingkat ASEAN dan sukses
meraih prestasi yang tinggi.
Ada banyak kenangan dari
Kompetisi Roket Air ASEAN 2026 yang
tersimpan dalam memori dan hati. Semuanya adalah ilmu dan pengalaman yang terus
menjadi motivasi dan inspirasi. Kita tutup kisah ini dengan rasa syukur yang
dalam atas kasih sayang Allah Subhaanahu wata’aala yang berlimpah tiada henti.
Esok adalah hari baru, generasi
akan datang silih berganti. Masa kini telah dilalui dan menjadi catatan emas
dalam sejarah madrasah yang terpatri. Tekad yang bulat, gagasan yang kuat dan
do’a-do’a terbaik menjadi kunci, untuk mewujudkan madrasah yang bermartabat dan
berprestasi. Man jadda wajada!
Posting Komentar