Guru Honorer Hilang, Kampus Tetap Cetak Pengangguran

 


Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 277)



 

Ada ironi besar yang sedang tumbuh diam-diam dalam dunia pendidikan Indonesia. Di satu sisi, negara bersiap menghapus guru honorer di sekolah negeri mulai 2027. Di sisi lain, kampus terus memproduksi ratusan ribu lulusan keguruan setiap tahun tanpa jaminan ruang kerja yang nyata.

 

Masalahnya bukan sekadar soal lapangan pekerjaan sempit. Persoalannya jauh lebih dalam: sistem pendidikan berjalan tanpa sinkronisasi arah.

 

 

Guru honorer selama ini menjadi penyangga utama pendidikan di banyak daerah. Mereka hadir ketika sekolah kekurangan tenaga pengajar, ketika distribusi guru tidak merata, dan ketika kebutuhan belajar siswa tidak bisa menunggu birokrasi. Namun kini, ruang mereka dipersempit oleh kebijakan penataan ASN dan PPPK.

 

 

Ironisnya, pada saat pintu honorer ditutup, pintu fakultas keguruan justru tetap terbuka lebar.

 

 

Setiap tahun, hampir setengah juta lulusan pendidikan lahir dari berbagai perguruan tinggi. Sayangnya, kebutuhan guru baru tidak sampai sepersepuluhnya. Akibatnya mudah ditebak: ribuan sarjana pendidikan akhirnya menganggur, bekerja serabutan, atau berpindah profesi demi bertahan hidup.

 

 

Inilah wajah baru pengangguran terdidik.

 

 

Lebih menyakitkan lagi, banyak mahasiswa masuk jurusan pendidikan dengan harapan mulia menjadi guru. Namun setelah lulus, mereka justru dihadapkan pada kompetisi formasi yang sempit dan sistem rekrutmen yang tidak seimbang dengan jumlah lulusan.

 

 

Pendidikan akhirnya berubah menjadi jalur panjang menuju ketidakpastian.

 

 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia bukan hanya kekurangan solusi, tetapi juga kehilangan arah dalam merancang masa depan pendidikan. Kampus akan terus mencetak lulusan, sementara negara semakin membatasi ruang kerja mereka.

 

 

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa sebenarnya kampus mencetak calon guru, jika sekolah sendiri tak lagi mampu menampung mereka?

 

 

Post a Comment

أحدث أقدم