Oleh
Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag
Guru
SKI MTsN 2 Garut
Kabid
Humas AGERLIP PGM Indonesia
(Naskah
ke 257)
Ramadan selalu menghadirkan
dua momen yang sama-sama penting: berbuka dan sahur. Namun jika diamati,
perhatian kita sering lebih besar pada buka puasa. Menu berbuka direncanakan
sejak sore, foto-foto makanan beredar di media sosial, bahkan agenda buka bersama
sering dijadwalkan berhari-hari sebelumnya. Sementara sahur kerap dianggap
sekadar rutinitas cepat sebelum kembali tidur.
Padahal dalam ajaran Islam,
sahur justru memiliki posisi yang sangat istimewa.
Rasulullah SAW pernah
bersabda, “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat berkah.” Para ulama
menjelaskan bahwa sahur termasuk sunah muakkadah, yaitu sunah yang sangat
dianjurkan. Artinya, walaupun puasa tetap sah tanpa sahur, ada nilai ibadah
yang sangat besar yang hilang ketika seseorang melewatkannya.
Menariknya, berkah sahur
tidak hanya berkaitan dengan pahala ibadah. Ada banyak dimensi kehidupan yang
ikut disentuh oleh kebiasaan bangun sahur.
Pertama adalah
spiritualitas. Sahur membuka pintu bagi seseorang untuk bangun lebih awal,
melakukan salat tahajud, membaca Al-Qur’an, atau sekadar berdoa dalam suasana
yang sunyi. Waktu menjelang subuh adalah salah satu waktu yang paling tenang
untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kedua adalah kesehatan.
Makan sahur memberikan cadangan energi agar tubuh tetap kuat menjalani puasa
sepanjang hari. Tanpa sahur, tubuh cenderung lebih cepat lelah, terutama bagi
mereka yang tetap harus bekerja atau beraktivitas.
Ketiga adalah kebersamaan
keluarga. Sahur sering menjadi satu-satunya waktu ketika semua anggota keluarga
duduk bersama di meja makan sebelum memulai hari. Momen sederhana ini kadang
justru menjadi ruang percakapan yang hangat di tengah kesibukan masing-masing.
Sayangnya, kebiasaan modern
sering membuat sahur terasa berat. Begadang karena gawai atau tontonan membuat
banyak orang bangun sahur dalam keadaan mengantuk, bahkan ada yang
melewatkannya.
Ramadan hari ke-16 ini bisa
menjadi pengingat sederhana: jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan buka
puasa, tetapi lupa memaknai sahur. Karena justru dari keheningan sahur itulah
sering lahir energi, doa, dan harapan untuk menjalani hari dengan lebih baik.
Penceramah : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Sumber : Youtube Kemendikdasmen

إرسال تعليق