Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag
Guru
SKI MTsN 2 Garut
Kabid
Humas AGERLIP PGM Indonesia
(Naskah
ke 249)
Ramadan selalu menghadirkan
ruang refleksi yang jujur. Setelah kita memahami puasa sebagai latihan sabar,
pertanyaan berikutnya muncul: mengapa Al-Qur’an berkali-kali memasangkan sabar
dengan salat? Jawabannya tidak sesederhana kewajiban ritual, tetapi menyentuh
inti pembentukan karakter mukmin.
Puasa bekerja di wilayah
sunyi. Ia menguji integritas saat tidak ada yang melihat. Kita bisa saja tampak
baik di hadapan manusia, tetapi puasa memaksa kita jujur pada diri sendiri. Di
titik ini, puasa adalah sekolah disiplin internal berbasis iman, bukan
pencitraan.
Namun disiplin batin saja
tidak cukup. Di sinilah salat mengambil peran. Jika puasa adalah latihan
tahunan yang intens, salat adalah pengingat harian yang konsisten. Waktunya
singkat, tetapi ritmenya membentuk pola kesadaran yang terus berulang. Lima
kali sehari, manusia ditarik kembali dari hiruk pikuk dunia menuju orientasi
ilahi.
Yang sering luput,
Al-Qur’an menyebut keduanya terasa berat kecuali bagi orang yang khusyuk.
Artinya, problem utama bukan pada beratnya ibadah, tetapi pada kualitas
kesadaran pelakunya. Banyak orang mampu menjalankan gerakan salat, tetapi belum
tentu menghadirkan perjumpaan batin dengan Allah.
Di titik inilah puasa dan
salat bertemu sebagai sistem pendidikan jiwa. Puasa melatih kita konsisten saat
tak diawasi. Salat melatih kita hadir penuh saat sedang beribadah. Jika
keduanya berjalan, terbentuklah stamina moral yang membuat seseorang tahan
godaan sekaligus tetap terarah.
Ramadan hari kesembilan
seharusnya menjadi momentum evaluasi. Bukan sekadar menghitung berapa hari kita
berpuasa, tetapi menakar: apakah disiplin batin kita mulai terbentuk? Apakah
salat kita sudah menjadi jeda sadar, atau masih sekadar rutinitas terburu-buru?
Karena takwa tidak lahir
dari banyaknya ibadah yang terlihat, tetapi dari kejujuran yang terus dijaga,
bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Penceramah : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Sumber : Youtube Kemendikdasmen
.jpeg)
إرسال تعليق