Tips Belajar Daring Tetap Efektif dan Menyenangkan

 


Oleh Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag

Guru SKI MTsN 2 Garut

Kabid Humas AGERLIP PGM Indonesia

(Naskah ke 221)

 

 

Belajar daring sering datang tanpa aba-aba. Hari ini masih berangkat ke sekolah, besok sudah diminta belajar dari rumah. Situasi seperti ini kerap membuat siswa dan orang tua panik kecil. Padahal, belajar daring tidak selalu harus identik dengan stres, tugas menumpuk, dan layar yang bikin pusing. Dengan cara yang tepat, belajar dari rumah justru bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan.

 

 

Kunci pertama ada pada sikap. Banyak siswa menganggap belajar daring sebagai “hari santai” karena tidak bertemu guru secara langsung. Inilah jebakan awal. Saat belajar daring diperlakukan setengah-setengah, hasilnya pun setengah-setengah. Cobalah memposisikan belajar daring sama seriusnya dengan belajar di kelas. Bangun pagi, mandi, berpakaian rapi, lalu duduk di tempat khusus belajar. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu otak lebih fokus.

 

 

Tips berikutnya adalah menciptakan ruang belajar yang nyaman. Tidak harus punya meja belajar mahal. Cukup tempat yang rapi, pencahayaan cukup, dan minim gangguan. Jauhkan ponsel dari aplikasi yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Jika belajar menggunakan ponsel, latih diri untuk tidak tergoda membuka hal lain di luar materi.

 

 

Belajar daring juga menuntut kemampuan membaca dan memahami instruksi dengan baik. Materi dan tugas biasanya dibagikan melalui grup kelas. Jangan hanya membaca sekilas. Luangkan waktu untuk memahami apa yang diminta guru. Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya. Diam karena bingung justru membuat tugas terasa semakin berat.

 

 

Agar tidak cepat bosan, variasikan cara belajar. Jangan hanya membaca materi dari layar. Coba tulis ulang dengan bahasa sendiri, buat rangkuman singkat, atau peta konsep sederhana. Cara ini membantu otak bekerja lebih aktif dan membuat materi lebih mudah diingat. Belajar tidak harus lama, yang penting fokus dan konsisten.

 

 

Peran orang tua juga sangat menentukan. Tidak perlu menjadi guru pengganti, cukup menjadi pendamping. Menyediakan waktu, mengingatkan jadwal, dan memberi semangat sudah sangat membantu. Kehadiran orang tua membuat anak merasa diperhatikan dan lebih bertanggung jawab terhadap belajarnya.

 

 

Hal penting lainnya adalah mengatur waktu istirahat. Belajar daring yang terus-menerus tanpa jeda justru membuat otak lelah. Terapkan pola belajar singkat tapi efektif, diselingi istirahat. Gunakan waktu jeda untuk bergerak ringan agar tubuh tetap segar.

 

 

Yang tak kalah penting, tanamkan pada diri sendiri bahwa belajar daring adalah bagian dari proses, bukan hukuman. Ini adalah kesempatan melatih kemandirian, disiplin, dan kejujuran. Tidak ada guru yang selalu mengawasi, tapi justru di situlah karakter diuji.

 

 

Belajar daring akan terasa menyenangkan ketika tidak dipaksakan. Nikmati prosesnya, atur ritmenya, dan fokus pada tujuan. Dengan sikap yang tepat, belajar dari rumah bukan sekadar pengganti kelas, tetapi pengalaman berharga yang membentuk kebiasaan belajar seumur hidup.



 

Post a Comment

أحدث أقدم