Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Roket air sepertinya
sederhana, hanya permainan dengan bahan botol bekas. Namun di balik itu, ada
beragam makna yang bisa diambil hikmahnya. Salah satunya adalah roket air bisa
mengantarkan anak-anak bangsa untuk bertemu dan saling menyapa dalam ajang
Kompetisi Roket Air Nasional.
Tdak ada yang menyangka,
seorang anak desa yang jauh dari pusat kota di Lereng Merapi, bisa merasakan
suasana ibukota Jakarta berbekal keterampilannya dalam bidang roket air. Latihan-latihan dan beragam pembinaan roket
air yang diselenggarakan di madrasah, telah mengantarkan seorang anak desa
merasakan kerasnya persaingan dalam sebuah kompetisi tingkat nasional.
Adalah Intan Dwi Anggraini,
murid kelas 8 MTsN 7 Sleman yang berlokasi di dusun Cepet, Purwobinangun,
Pakem, Sleman, berhasil membuktikan bahwa roket air bukanlah sekedar permainan
biasa. Ketekunan, kerja keras dan tentu saja do’a-do’a terbaik menjadi modal
yang sangat berharga baginya dalam meraih prestasi di bidang roket air. Ia
sukses menembus papan atas dalam hasil akhir Kontes Roket Air Yogyakarta tahun
2025 sehingga berhak menjadi anggota kontingen DIY dalam Kompetisi Roket Air
Nasional tahun 2025 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Kak Intan telah membuktikan
bahwa roket air bukanlah sekedar permainan. Roket Air adalah salah satu sarana
baginya untuk meraih mimpi, bisa jalan-jalan dan menikmati suasana kota
Jakarta. Ia bisa masuk dan menikmati suasana di kompleks wisata Taman Mini
Indonesia Indah. Tidak hanya itu, di Jakarta ia kembali mencatatkan prestasi
yang luar biasa, yaitu terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam
ajang Kompetisi Roket Air tingkat ASEAN
yang akan digelar pada tahun 2026. Sebuah mimpi seorang anak desa akan
terwujud kembali dan kali jauh lebih tinggi. Man jadda wajada!
Posting Komentar