Meluangkan Waktu Membaca Istighfar Setiap Hari

 

Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman

 

Setiap kegiatan memerlukan jeda untuk istirahat. Begitu pula dengan kehidupan kita memerlukan jeda agar bisa memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan kontemplasi. Hal ini selaras dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18, bahwa hendaklah setiap insan yang bertaqwa memperhatikan apa-apa yang telah dikerjakan untuk bekal di hari kemudian.



Salah satu bentuk evaluasi dan kontemplasi yang bisa dikerjakan oleh seorang muslim adalah dengan membaca istighfar, astaghfirullahal-‘azhim. Nabi Muhammad SAW setiap hari membaca istighfar tidak kurang dari 70 kali. Informasi ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307). Pada hadits lain riwayat Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702).



Meskipun tampak ringan, amalan membaca istighfar hingga 70 atau 100 kali per hari ini belum tentu mudah dikerjakan. Karena untuk melaksanakan hal ini, membutuhkan waktu beberapa menit. Apalagi bila membacanya secara pelan sambil merenungi kehidupan yang telah dilakukan, maka waktu yang dibutuhkan menjadi semakin lama. Oleh karena itu, setiap muslim semestinya berusaha secara sekuat tenaga untuk meluangkan waktu membaca istighfar.



Banyak manfaat yang diperoleh dengan ketika seorang muslim bisa membaca istighfar hingga 100 kali per hari. DI antaranya adalah bisa mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebagaimana hadits di atas, mendapat ampunan dari Allah SWT atas dosa dan kesalahan di masa lalu, hidup menjadi lebih tenang karena semakin dekat dengan Allah SWT dan memiliki waktu yang cukup setiap hari untuk mengevaluasi diri dari perjalanan hidup yang sudah dilalui. Man jadda wajada!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama