Oleh: Adib Nur Aziz, Guru MTsN 7 Sleman
Menulis Arab adalah salah satu kompetensi
yang bisa dimiliki oleh setiap orang, termasuk para murid di madrasah. Sebagai
pelajar yang setiap hari berinteraksi dengan Al-Qur’an dan berbagai mata
pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam yang banyak memuat ayat-ayat Al-Qur’an
dan hadits-hadits nabi, maka tulisan Arab adalah bukan hal yang asing lagi.
Namun demikian, ada satu pertanyaan mendasar, apakah para murid bisa menulis
Arab dengan baik?
Jawabannya adalah belum tentu. Oleh karena
itu, madrasah perlu merancang program agar para murid madrasah bisa memiliki
kecakapan khusus menulis Al-Qur’an. Berbagai madrasah telah menyelenggarakan
program selingan berupa Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ). Namun fakta di lapangan,
para murid masih ada yang tidak menyadari dengan hal tersebut. Program
penunjang BTAQ lebih banyak berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an dari para
murid.
Menulis Arab adalah satu rangkaian dengan
kegiatan membaca Al-Qur’an, sebab para murid membaca huruf Arab ketika mereka
membaca Al-Qur’an. Maka, para guru perlu secara khusus mengajarkan cara menulis
Arab kepada para murid. Yang biasa dilakukan di madrasah adalah para murid
diminta menulis dan menyalin dari halaman Iqro’ atau Al-Qur’an yang mereka
baca. Hal ini tidak salah sebab para murid menjadi terlatih menulis Arab dan
menjadi tidak asing dengan kebiasaan menulis Arab.
Di samping upaya di atas, ada upaya lain
yang bisa dilakukan oleh para guru BTAQ, yaitu mengenalkan secara khusus tata
cara menulis huruf Arab. Penulis amati ketika tanpa bimbingan secara khusus,
para murid masih banyak mengalami kesalahan menulis Arab. Kesalahan yang umum
adalah pada posisi huruf yang tidak sesuai dengan kaidahnya dan cara penulisan
yang tidak tepat. Dengan bimbingan secara khusus, diharapkan para murid menjadi
lebih tahu tata cara penulisan huruf-huruf Arab. Man jadda wajada!
إرسال تعليق