Oleh Nurul Jubaedah,
S.Ag.,S.Pd.,M.Ag
Guru SKI MTsN 2 Garut
Duta Literasi Kabupaten
Garut
Kabid Humas AGERLIP PGM
Indonesia
(Naskah ke 174)
Suasana di laboratorium komputer hari itu terasa
berbeda. Sebanyak 50 siswa tampak memasuki ruangan dengan langkah hati-hati,
membawa semangat dan sedikit ketegangan. Inilah momen gladi bersih Asesmen
Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang digelar pada 19 Agustus. Dilaksanakan
dalam dua sesi pagi dan siang kegiatan ini menjadi ajang uji coba terakhir
sebelum menghadapi penilaian sesungguhnya pada akhir bulan.
Bagi sebagian orang, gladi bersih mungkin terlihat
seperti rutinitas biasa. Namun, bagi siswa dan sekolah, ini adalah tahap
penting yang menentukan kesiapan mental, teknis, sekaligus strategi menghadapi
ANBK. Dari sekadar klik mouse hingga menekan tombol submit, setiap langkah
memiliki arti besar: kesiapan menuju panggung penilaian nasional.
Atmosfer Serius dalam Dua Sesi
Di sesi pertama, sejak pukul 07.30, siswa sudah duduk
rapi menunggu instruksi proktor. Proses validasi biodata, pembagian kartu
login, hingga pemeriksaan perangkat berjalan penuh kehati-hatian. Hening
terasa, seolah detak jantung menjadi suara paling dominan di ruangan. Sesi
kedua yang dimulai pukul 10.40 tidak kalah serius. Materi yang diuji meliputi
numerasi dan survei lingkungan belajar—dua aspek yang menjadi tolok ukur mutu
pendidikan saat ini.
Peserta 50 Orang: Bukan Sekadar
Angka
Jumlah peserta 50 siswa, termasuk cadangan, dipilih
bukan tanpa alasan. Hal ini mengikuti aturan resmi agar sekolah siap menghadapi
segala kemungkinan, seperti absensi mendadak atau kendala teknis. Artinya,
sekolah sudah memperhitungkan skenario terburuk sekalipun sehingga kegiatan
tetap bisa berjalan lancar.
Persiapan Teknis yang Detail
Tak hanya siswa yang diuji, tapi juga sistem. Proktor
dan teknisi memastikan aplikasi ujian berjalan stabil, server terkoneksi baik,
hingga jaringan internet terjaga. Semua dirancang untuk benar-benar meniru
kondisi hari H ANBK yang sebenarnya. Dengan begitu, gladi bersih bukan hanya
latihan, melainkan simulasi penuh yang mendekatkan siswa pada realita ujian
sesungguhnya.
Evaluasi Nyata, Bukan Formalitas
Kegiatan gladi bersih terbukti memberi banyak manfaat.
Sekolah dapat mengetahui titik lemah yang masih ada, seperti gangguan jaringan
atau siswa yang masih bingung memahami format soal. Dari sini, dilakukan
perbaikan agar pelaksanaan ANBK pada 20–28 Agustus 2025 nanti bisa berlangsung
mulus. Hasil gladi bersih menjadi bahan evaluasi penting agar pelaksanaan utama
berjalan lancar, data yang dikumpulkan valid, dan siswa lebih percaya diri.
Dari Gladi ke Prestasi
Gladi bersih ANBK ini memberi pelajaran berharga bahwa
persiapan adalah kunci. Siswa belajar menghadapi tekanan, guru belajar
mengelola strategi, dan sekolah mengasah koordinasi. Semua elemen bergerak
bersama demi kualitas pendidikan yang lebih baik.
Maka, saat ANBK resmi dimulai, bukan hanya soal ujian
yang diuji, melainkan juga ketangguhan mental, kesiapan teknis, serta harapan
bangsa akan pendidikan yang bermutu. Dari gladi bersih hari ini, lahirlah
keyakinan bahwa prestasi nyata akan tercapai di kemudian hari.
Posting Komentar