Oleh: Deni Kurniawan As'ari, M.Pd. | Sekjen Agerlip PGM Indonesia
Lahir di Cilacap pada 22 Maret 1970, Aty tumbuh
dalam lingkungan yang sederhana namun sarat dengan nilai kerja keras dan
ketekunan. Sejak muda, ia sudah menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan
dan ilmu pengetahuan. Semangat itu membawanya menempuh pendidikan di STAI
Muhammadiyah Jambi, di mana ia menyelesaikan studi pada tahun 2000. Tak
berhenti di situ, kecintaannya pada sains membuatnya melanjutkan ke Universitas
Jambi (UNJA), mengambil jurusan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, dan lulus pada tahun 2003.
Dorongan untuk terus belajar mengantarkannya
meraih gelar Magister Pendidikan Sains dari Universitas Jambi pada tahun 2012,
dan kini ia telah menjadi Doktor Pendidikan Sains di universitas yang sama.
Baginya, belajar adalah perjalanan tanpa akhir — setiap tahap pendidikan
bukanlah tujuan, melainkan tangga menuju pengabdian yang lebih luas.
Perjalanan karirnya dimulai pada tahun 2003 ketika ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di MAN 1 Kota Jambi atau biasa disebut MAN OKE (OLAK KEMANG). Menariknya istilah OKE ini Aty ikut menviralkannya. Setelah lulus seleksi guru unggulan untuk MA tahun 2007, ia ditugaskan di MA Unggulan Insan Cendikia Jambi sampai tahun 2024. Selama bertahun-tahun, ia bukan hanya mengajar kepada siswanya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, rasa ingin tahu, dan semangat berpikir kritis. Kini, setelah menempuh perjalanan panjang, Aty dipercaya sebagai Pengawas, sebuah peran strategis yang memungkinkan dirinya berkontribusi lebih luas dalam peningkatan mutu madrasah dan profesionalisme guru di Provinsi Jambi.
Dr. Aty selalu percaya bahwa perubahan besar
dimulai dari satu langkah kecil yang konsisten. Prinsip inilah yang menuntunnya
aktif di berbagai organisasi pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok yang energik
dan komunikatif, mampu menggerakkan dan menyatukan banyak pihak dalam semangat
kebersamaan. Dalam kiprahnya, ia pernah memimpin Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) Biologi untuk tiga kabupaten di Jambi, menjadi Ketua Ikatan Guru
Indonesia (IGI) Muaro Jambi, Ketua PPBIF Provinsi Jambi, dan Ketua PTIC Wilayah
Jambi.
Puncak karier organisasinya diraih pada tahun
2023 ketika ia dipercaya menjadi Ketua Umum Perkumpulan
Guru Madrasah (PGM)
Indonesia Provinsi Jambi. Amanah besar ini ia jalankan dengan sepenuh hati,
mengedepankan komunikasi yang hangat dan kepemimpinan yang membangun semangat
kolektif. Di bawah kepemimpinannya, PGM Indonesia Jambi tumbuh menjadi
organisasi guru yang aktif, produktif, dan dihormati. Ia tidak hanya memimpin,
tetapi juga hadir di tengah-tengah anggotanya — mendengarkan, menuntun, dan
memberi motivasi.
Tokoh masyarakat Jambi, Adean Teguh, S.T., S.H.,
yang juga Ketua Forkom Ormas Jambi (2023–2028), menilai sosok Dr. Aty sebagai
pemimpin yang mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan bersemangat.
Menurutnya, Aty adalah figur yang bersahaja dan akrab dengan semua kalangan.
Pendekatan komunikatif yang ia terapkan menjadikan organisasi yang dipimpinnya
solid dan bergerak dengan penuh semangat. Keberhasilan PGM Indonesia Jambi
dikenal luas bukan semata karena program-programnya yang kuat, tetapi juga
karena kehangatan dan keteladanan sang pemimpin di baliknya.
Selain dikenal sebagai organisator yang piawai,
Dr. Aty juga merupakan pendidik berprestasi. Sejak awal karirnya,
ia telah menorehkan berbagai penghargaan bergengsi. Pada tahun 2005, ia
dinobatkan sebagai Guru Berprestasi II Kementerian Agama Kota Madya Jambi dan
meraih Juara I Media Pembelajaran Tingkat Kemenag Kota Jambi. Kiprahnya terus berlanjut
hingga tingkat nasional. Ia menerima Penghargaan Penulis PGMI (2022), Award PGM
Indonesia (2023), Penghargaan Pancawarsa dari Gerakan Pramuka (2023), serta
Penghargaan Guru Inspirator Literasi (2023). Di tahun yang sama, ia meraih
Juara I Lomba Menulis Esai Nasional untuk Guru dan Pengawas PPMN Pusat Jakarta,
serta menjadi Deklarator Praktik-Praktik Literasi Nasional Provinsi Jambi. Terakhir pada
Kemampuannya menulis juga membawanya ke tingkat
internasional. Pada tahun 2024, ia terlibat dalam kegiatan Penulis Pantun
Karmina ASEAN, dan tahun berikutnya kembali menjadi Penulis Pantun Etnik ASEAN
(2025). Tidak hanya itu, ia turut menjadi Deklarator Gerakan Nasional Tolak
Judi Online dan Gratifikasi (2025). Ketua Festival Puisi Etnik Nusantara (
Internasional) 2025 yang tercatat MURI. Ini bukti bahwa kepeduliannya tidak
hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga pada moralitas sosial bangsa. Setelah
gagal launching puisi etnik nusantara di Johor malasyia, karena kondisionsl, ia
yang menginisiasi dan mengusulkan festival puisi etnik nusantara 2025 di jambi,
sekaligus sebagai ketua pelaksana. Selanjutnya kemeriahan, kemegahan dan
kesuksesan festival itu menjadi acuan bagi penyelenggaraan kegiatan serupa yang
dipimpin oleh penggagas PERRUAS (Perkumpulan Rumah Seni Asnur). Sehingga
mendapatkan penghargaan level asean atas kesuksesan tersebut. Meskipun untum
kepengurusan PERRUAS Jambi, Aty tidak
bersedia menjadi ketua, sebab sudah mendedikasikan pada PGM Indonesia.
Sebagai penulis, Aty telah menghasilkan lebih
dari tujuh buku dan aktif menulis
artikel di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Dalam setiap
karyanya, ia menulis dengan gaya yang jernih dan reflektif, menghadirkan
pengalaman empiris sebagai guru sekaligus gagasan progresif tentang pendidikan
yang berkarakter. Melalui pena, ia menebarkan inspirasi dan menanamkan
kesadaran bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan
sarana membangun peradaban.
Kini, di tengah segudang aktivitasnya, Dr. Aty
Mulyani tetap tampil sederhana dan bersahaja. Ia selalu terbuka pada dialog,
mudah diajak berdiskusi, dan senang mendengar aspirasi dari rekan-rekannya.
Kepemimpinannya lahir dari ketulusan — bukan dengan perintah, melainkan dengan
keteladanan.
Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa perempuan
bisa menjadi pemimpin hebat tanpa kehilangan kelembutan, bahwa guru bisa
menjadi motor perubahan tanpa harus berada di pusat kekuasaan. Dari Cilacap
hingga Jambi, dari ruang kelas hingga forum nasional, Dr. Aty Mulyani
menorehkan kisah tentang semangat, pengabdian, dan kepemimpinan berbasis hati.
Ia adalah sosok yang menyalakan cahaya literasi, membangun sinergi, dan menebar
inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia.
Apresiasi dari tokoh jambi datang dari koleganya sesama pengawas. Ketua Pokjawasmad Provinsi Jambi, Alimuddin, M.Pd.I, menyampaikan merasa beruntung dapat bekerja bersama dengan sosok Aty Mulyani. “Beliau adalah sosok pengawas yang energik, penuh semangat, dan selalu menularkan aura positif kepada rekan-rekannya,” ujar Alimuddin.
Dalam kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PGM
Indonesia Provinsi Jambi, Aty juga menunjukkan ketulusan dan kemurahan hati
yang luar biasa. Ia tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijak dalam
bertindak. Dedikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah menjadi
inspirasi bagi banyak pengawas dan guru. “Sosok seperti beliau patut dijadikan
teladan dalam dunia pendidikan,” terangnya.
***
