Hj. Inayah Hadiatnika, Dari Kepala Madrasah Menjadi Wakil Rakyat: Jejak Perjuangan Guru Bertransformasi


Hj. Inayah Hadiatnika, S.Pd.I.
lahir di Jakarta pada 28 Mei 1977. Ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai agama dan pendidikan. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan lingkungan pesantren. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, angkatan ke-18. Pada masa itu, ia memperoleh ijazah formal dari MAN Cikarang, karena ujian dari pesantren belum sepenuhnya diakui oleh pemerintah. Pengalaman hidup di pesantren menjadi fondasi kuat baginya dalam membentuk karakter religius dan kepemimpinan yang kelak mewarnai seluruh perjalanan karirnya.

 

Inayah menikah dengan Drs. H. Udin Najmudin, S.H., M.H., sosok teladan yang meniti karier panjang di dunia hukum dan peradilan. Kini menjabat Ketua Pengadilan Agama Sumedang, setelah sebelumnya menjalani 12 kali mutasi jabatan di berbagai daerah di Indonesia. Pasangan ini dikaruniai empat anak yang berprestasi dan berpendidikan tinggi: Radita Najmi Kamilia, S.Kom, Ragiba Najmi Maulida (mahasiswa Universitas Indonesia), Muhammad Sultan Bintang Aulia (mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Ghina Surayya Kautsarani (mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

 

Jejak Pendidikan dan Awal Karier

Selepas dari Pondok Pesantren Darunnajah, Inayah melanjutkan studi ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini UIN Jakarta) dan IAIC Cirebon. Tidak berhenti di situ, ia kini tengah menuntaskan pendidikan pascasarjana di Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Alhamdulillah, ia telah menyelesaikan sidang tesis dan wisuda pada November 2025 — bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan.

 

Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada tahun 2003 sebagai guru di MTs Raudhatul Mutaalimin hingga tahun 2010. Ia juga sempat mengajar di MTs Wadi Sofia (2009–2011). Dedikasinya membawa ia dipercaya memimpin madrasah sebagai Kepala MTs Raudhatul Mutaalimin Kuningan sejak tahun 2010 hingga 2023. Di bawah kepemimpinannya, madrasah tersebut berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam swasta yang aktif dalam inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Kuningan.

 

Selain memimpin madrasah, Inayah juga aktif dalam berbagai organisasi guru. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Forum Kepala MTs Swasta Kuningan (2015–2023), Ketua KKM Kuningan 2 (2022–2023), serta Bendahara PGM Indonesia Kabupaten Kuningan (2019–2023). Kini, kiprahnya meluas di tingkat nasional sebagai Anggota Pengurus Pusat PGM Indonesia, Departemen Kesejahteraan dan Pemberdayaan Perempuan (2022–2027). Semua peran ini mencerminkan dedikasinya terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru, terutama bagi guru perempuan di lingkungan madrasah.

 

Melangkah ke Legislatif: Wajah Guru di DPRD

Tahun 2024 menjadi titik balik dalam perjalanan karirnya. Berbekal pengalaman panjang di dunia pendidikan dan kepemimpinan madrasah, Inayah melangkah ke dunia politik dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk periode 2024–2029. Ia kini bertugas di Komisi I yang membidangi Hukum, Administrasi Pemerintahan, dan Keuangan, serta menjadi anggota Badan Musyawarah DPRD Kuningan.

 

Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 3, yang meliputi Cidahu, Cipicung, Kalimanggis, Ciawigebang, Maleber, dan Lebakwangi. Kemenangan ini menjadi simbol kepercayaan masyarakat terhadap sosok guru madrasah yang mampu menjadi pemimpin dan penyambung aspirasi rakyat di parlemen.

 

Sebagai wakil rakyat, Inayah tidak melupakan akar perjuangannya sebagai pendidik. Ia dikenal sebagai Ketua Program Foodbank PUMR PKB Kabupaten Kuningan, sebuah gerakan sosial yang telah menjangkau berbagai kecamatan di Kuningan — di antaranya Cidahu, Maleber, Cibingbin, Cilimus, Garawangi, Kadugede, dan Ciawigebang. Melalui program ini, ia memimpin pembagian ribuan paket makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, membuktikan bahwa pelayanan publik sejati tidak hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga di tengah-tengah rakyat.

 

Tak berhenti di sana, pada tahun 2025 ia meluncurkan program kemanusiaan PKB Gerak Tanggap Darurat, dengan menghadirkan ambulans gratis milik pribadinya untuk membantu masyarakat di seluruh Kabupaten Kuningan. Ambulans ini telah beroperasi sejak April 2025, dan telah berkali-kali digunakan untuk mengantar pasien darurat ke berbagai rumah sakit di Kuningan, Cirebon, Bandung, hingga Jakarta, serta mengantar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka maupun dari perantauan ke kampung halaman. Ia berharap pada tahun mendatang bisa menambah unit baru agar manfaatnya semakin luas bagi umat.

 

Selain kegiatan sosial dan legislasi, Inayah juga kini ditugaskan sebagai fasilitator program pengembangan ekonomi pesantren melalui Koperasi Santri se-Provinsi Jawa Barat — sebuah inisiatif penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Baginya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga potensi besar ekonomi umat.

 

Perjuangan Gagasan dan Harapan

Sebagai mantan kepala madrasah, Inayah sangat memahami tantangan yang dihadapi para guru: mulai dari beban administrasi yang berat, pengembangan kurikulum yang dinamis, hingga kesenjangan fasilitas antarwilayah. Semua pengalaman itu kini menjadi bekal penting dalam perjuangannya di DPRD untuk menyuarakan aspirasi dunia pendidikan.

 

Visinya sederhana namun bermakna: “Guru sejahtera, madrasah berkualitas, siswa berkarakter.” Ia meyakini, kesejahteraan guru merupakan kunci utama bagi peningkatan kualitas pendidikan. Melalui peran legislatif, Inayah bertekad memperjuangkan regulasi yang berpihak pada madrasah, alokasi anggaran yang lebih adil, serta penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan.

 

Inayah juga kerap menyampaikan pesan inspiratif kepada masyarakat yang masih ragu menyekolahkan anaknya di madrasah. Ia menegaskan, “Dari madrasah, kita bisa jadi apa pun. Lihatlah, saya pun berawal dari guru madrasah, dan kini bisa menjadi wakil rakyat.” Ucapannya menjadi pembuktian nyata bahwa pendidikan madrasah mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berdaya saing dan berintegritas.

 

Legasi Seorang Pendidik di Dunia Politik

Kini, Hj. Inayah Hadiatnika menjadi simbol transformasi guru menjadi pemimpin publik. Ia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas, melainkan pondasi untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari ruang kelas ke ruang sidang, dari papan tulis ke podium politik, Inayah terus membawa semangat pendidikan, pengabdian, dan kemanusiaan.

 

Dengan program-program sosial yang nyata, kiprah di dunia politik yang berpihak, serta komitmen terhadap pemberdayaan perempuan dan penguatan madrasah, Hj. Inayah Hadiatnika telah menapaki jalan pengabdian yang jarang ditempuh — sebuah perjalanan dari guru, kepala madrasah, hingga menjadi wakil rakyat yang membumikan nilai-nilai pendidikan di panggung kebijakan.


Penulis: Deni Kurniawan As'ari

Tulisan ini telah dimuat dalam buku berjudul: Kisah Guru Madrasah Hebat yang Menginspirasi Negeri diterbitkan Azkiya Publishing

Lebih baru Lebih lama